Kamis 14 November 2019, 02:40 WIB

Piagam SEA Games Harus Diubah

(Des/Ykb/*/R-3) | Olahraga
Piagam SEA Games Harus Diubah

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
RAPAT PERSIAPAN SEA GAMES DAN PON: Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S. Dewa Broto

SEKRETARIS Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S Dewa Broto mengatakan Piagam SEA Games sebaiknya direvisi. Itu perlu dilakukan jika ingin SEA Games tidak lagi mempertandingkan beberapa cabang olahraga yang terkesan hanya menguntungkan tuan rumah. Ajang tersebut sebaiknya mengacu ke apa yang dilombakan di Olimpiade.

"Di SEA Games (2019) berbeda, cabang olahraga pokok, mother of sports, hanya renang dan atletik yang nomor pertandingannya tetap. Cabang olahraga lainnya, ya, suka-suka tuan rumah," kata Gatot dalam rapat dengar pendapat di DPR, Jakarta, kemarin.

Dengan fakta yang ada, peluang Indonesia untuk menjadi juara umum pun sudah pasti berat. Padahal, menurut Gatot, jika melihat hasil Asian Games 2018, Indonesia sudah mengungguli seluruh negara Asia Tenggara.

Dari yang disampaikan Gatot, Piagam SEA Games saat ini terbukti membuat prestasi olahraga Indonesia seolah makin terpuruk. Di SEA Games 2017, Indonesia hanya peringkat kelima dengan 38 medali emas. Berkat menjadi penyelenggara sehingga bisa menentukan sejumlah cabang olahraga, Malaysia berhasil keluar sebagai juara umum.

Fenomena itu pun pernah terjadi ketika Indonesia menggelar SEA Games pada 2011. Indonesia juga berhasil menjadi juara umum saat ajang itu digelar di Jakarta dan Palembang, Sumatra Selatan. "Makanya kami pernah protes (soal cabang olahraga yang dipertandingkan) ketika di Malaysia, tapi disampaikan bahwa yang mengajarkan itu Indonesia pada 2010 jelang SEA Games 2011," kata dia.

Sementara dari persiapan menuju SEA Games yang akan berlangsung mulai akhir bulan ini, sejumlah atlet dari berbagai cabang mengungkapkan kesiapan untuk bisa meraih hasil terbaik. Atlet Federasi Kurash Indonesia berharap bisa membawa pulang dua medali emas. Manajer tim jujitsu Indonesia Mahesa Arba mengaku hanya berani memasang target satu medali emas dan lainnya medali perunggu. (Des/Ykb/*/R-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More