Rabu 13 November 2019, 21:15 WIB

Pemkab Siap Promosikan Wisata Bahari Sikka lewat Famtrip

Alexander P Taum | Nusantara
Pemkab Siap Promosikan Wisata Bahari Sikka lewat Famtrip

MI/Alexander p. Taum
Jumpa Pers Festival Nian Tana Sikka 2019: Berwisata Famtrip, Siapapun Boleh berwisata Alam Bawah Laut Sikka

 

SETELAH melalui jalan panjang perbaikan alam bawah laut Sikka, Nusa Tenggara Timur, kini pemerintah daerah setempat mulai membuka diri, memulai ajang pembuktian, betapa keindahan bawah laut di Kabupaten Sikka juga menjadi daya pikat bagi para wisatawan.

Plt Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka, Frando da Lopez, mengatakan, pemerintah dan banyak pihak, sejak peristiwa tsunami 1992 telah memulai pembenahan wilayah pesisir pantai hingga ke dalam laut. Hingga akhirnya dipastikan upaya itu sudah cukup menjadikan Sikka sebagi daya pikat bahari yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

"Famtrip (familiarization trip) yang digelar dari 11 hingga 15 November nanti juga akan menggarap taman wisata alam bawah laut Maumere. Peserta famtrip yang paling dominan adalah para divers yang bersertifikat yang pernah menjuarai even nasional maupun internasional," ujar Frando da Lopez di Sikka, Rabu (14/11).

Da Lopez menjelaskan, para penyelam itu akan melakukan ekslorasi bawah laut Sikka selama 5 hari, sehingga diharapkan dari kegiatan tersebut dapat menemukan spesies laut yang paling unik dan belum pernah ada di taman laut lainnya.
 

Baca juga: Kapolri Larang Ojol dan Taksi Online Masuk Kantor Polisi


"Sehingga akan menjadi bahan promosi yang kuat bagi kemajuan pariwisata Kabupaten sikka.

 Karena kalau kita bicara kedalaman laut dan hanya mengandalan ikan nemo di mana-mana selalu ada, mudah-mudahan kita punya keunggulan komparatif jauh lebih kuat," katanya.

Kemudian pada festival budaya yang akan digelar nanti akan berpusat di sepanjang Jalan Eltarri, Maumere, PJC, dan juga halaman Kantor Bupati Sikka.

Diawali dengan karnaval budaya, penerimaan dengan tarian kolosal dan atraksi-atraksi terdiri dari tarian 5 tarian tradisional, proses penyulingan moke tradisioanal, proses pengolahan makanan tradisional, pengetahuan tradusional proses pembuatan tenun ikat Sikka, pengetahuan tradisional proses pembuatan Tudi dan Roding (pisau dan parang), ritual mahe, permainan tradisional kotir dan sengge, pembuatan garam tradisional dan teatrikal jong lau sadang bui.

Semua kegiatan ini akan diaktraksikan pada masing-masing stan yang sudah ditentukan. Festival Niat Tana Sikka 2019  juga akan menampilkan lomba gemu fami re yang diikuti oleh 2 kategori yaitu kategori anak sekolah dan kategori organisasi. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More