Kamis 14 November 2019, 08:00 WIB

Jasa Raharja Perkuat Aplikasi JRku untuk Layani Masyarakat

mediaindonesia.com | Ekonomi
Jasa Raharja Perkuat Aplikasi JRku untuk Layani Masyarakat

DOK MI
Direktur Manajemen Resiko & Teknologi Informasi Jasa Raharja M Wahyu Wibowo memberi paparan saat media gathering, di Jakarta, Rabu (13/11)

 

PENGGUNAAN internet dan smartphone yang meluas di masyarakat mesti dimanfaatkan perusahaan untuk mendigitalisasi layanan. Pasalnya, hal tersebut terbukti mampu menciptakan efisiensi.

Jasa Raharja menyadari hal itu dengan mengimplementasikan transformasi digital dalam layanannya. Salah satu upayanya diwujudkan dalam
penggunaan aplikasi Jasa Raharjaku atau JRku.

Direktur Manajemen Risiko dan Teknologi Informasi Jasa Raharja Wahyu Wibowo memandang penting transformasi digital sebagai penunjang dalam proses bisnis serta mendukung operasional perusahaan. Ia menyebutkan dengan dukungan inovasi digital yang dihadirkan secara berkesinambungan terbukti mampu meningkatkan efektivitas serta efisiensi bisnis perusahaan, bahkan dapat menekan biaya operasional secara keseluruhan.

Wahyu menyebutkan trasformasi digital yang dilakukan Jasa Raharja bertujuan melakukan optimalisasi bisnis proses, interaksi dengan
eskosistem, serta menciptakan model bisnis atau platform baru. Ada lima poin penting transformasi yang diterapkan dalam perusahaan, yakni leader transformation, omni-experience transformation, information transformation, operating model transformation, dan worksource
transformation.

Jasa Raharja saat ini memiliki aplikasi JRku yang melayani masyarakat secara digital, seperti pengajuan santunan secara online. Selain itu,
aplikasi tersebut juga melayani pembayaran iuran wajib kendaraan bermotor umum (IWKBU) untuk pemilik otobus, pengecekan masa berlaku
sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan (SWDKLLJ), serta sejumlah fitur lain.

"Untuk santunan online, masyarakat dapat mengajukannya melalui smartphone di mana dan kapan saja. Masyarakat juga dapat melakukan
tracking sampai di mana pengajuannya diproses maupun melihat riwayat pengajuan yang telah dilakukan," tutur Wahyu di Jakarta, kemarin.

Aplikasi itu rencananya terus dikembangkan Jasa Raharja dan layanannya bakal terus diperluas. Misalnya, pembelian tiket, pembayaran tagihan, atau membeli pulsa maupun gas.

Fitur lain yang cukup menarik yaitu informasi kerawanan suatu lokasi, yang didasarkan dari berbagai laporan klaim kecelakaan yang selama ini ditangani Jasa Raharja. Begitu juga masyarakat dapat melaporkan ke JRku saat menemukan kecelakaan di jalan dengan menyertakan foto sehingga dapat langsung ditangani petugas.

"Untuk fitur pembayaran maupun transfer saldo, kami akan menggandeng Finpay Money dari Finnet sebagai bagian dari kerja sama co-branding. Jadi aplikasi ini akan terus dikembangkan lebih lanjut guna memperkuat fungsi kehadiran negara kepada masyarakat yang terkena musibah kecelakaan," tutur Wahyu.

Selama ini Jasa Raharja membuktikan mampu memberikan kecepatan layanan, bahkan tanpa masyarakat mengajukan klaim secara langsung. Wahyu mencontohkan kecelakaan bus beberapa waktu lalu di simpang emen, Tangerang.

Meski di akhir pekan dan jenazah korban belum sampai ke rumah, petugas Jasa Raharja telah datang dan langsung membayarkan santunan ke ahli waris. Pembayaran tersebut dilakukan dalam bentuk buku tabungan dan kartu ATM.

"Pembayaran nontunai dilakukan karena berdasarkan pengalaman. Sering kali setelah dibayarkan tunai kepada ahli waris, meski petugas kami belum pergi, uang tersebut sudah diperebutkan. Maklum, jumlahnya yang bisa mencapai Rp50 juta. Itu ramai sekali sehingga dapat menjadi risiko," tutur Wahyu.

Keberhasilan yang lain mencakup digitalisasi layanan untuk kecepatan dan kemudahan informasi, digitalisasi pendapatan dengan integrasi transaksi sumbangan wajib di Samsat, kolaborasi dengan angkutan daring, dan pemanfaatan aset perusahaan untuk komersial.

Dalam kesempatan yang sama, Corporate Secretary Jasa Raharja Harwan M membenarkan saat ini layanan Jasa Raharja sudah cukup cepat dengan rata-rata 22 menit setelah berkas lengkap hingga proses bayar. Dengan digitalisasi, khususnya penggunaan aplikasi itu, pihaknya berharap dapat melakukan proses bisnis lebih efisien lagi.

"Kami berharap ini dapat lebih mempermudah lagi. Untuk kerja sama dengan Finnet akan di-launching dalam versi 2.0 yang saat ini sudah ada izinnya dari Bank Indonesia. Nanti bayar iuran wajibnya sekaligus bayar pajak dengan Linkaja. Nanti kolaborasi dengan Samsat online nasional dan fisik lembar pembayaran pajaknya tinggal ambil di Samsat atau dikirimkan via pos," pungkas Harwan. (Dro/S3-25)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More