Rabu 13 November 2019, 16:24 WIB

Trump Sebut Tiongkok Selalu Curang Terhadap AS

Melalusa Susthira K | Internasional
Trump Sebut Tiongkok Selalu Curang Terhadap AS

AFP
Donald Trump

 

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menyerang Tiongkok terkait perang dagang. Trump menyebut Tiongkok telah berlaku curang. Di samping itu Trump juga menyalahkan pemimpin-pemimpin AS sebelumnya atas situasi yang merugikan ekonomi AS.

"Sejak masuknya Tiongkok ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada 2001, tidak ada yang memanipulasi atau mengambil keuntungan dari Amerika Serikat lebih banyak," ujar Trump saat berbicara di Economic Club of New York, Selasa (12/11).

"Saya tidak akan mengatakan kata curang. Tetapi tidak ada yang berlaku curang melebihi Tiongkok, maka saya akan mengatakan itu,” tambah Trump.

Pada kesempatan itu Trump justru lebih banyak menyalahkan para pemimpin AS sebelumnya yang membuat kesepakatan perdagangan, yang memungkinkan Tiongkok manipulasi perjanjian. Sehingga, sambungnya, berdampak merugikan pada pekerja AS, terutama industri manufaktur.

Menurut Trump, Tiongkok tidak sendirian dalam hal ini. Trump juga menuding Uni Eropa (UE) terkait praktik perdagangan yang tidak adil.

"Banyak negara membebankan tarif luar biasa tinggi kepada kami atau menciptakan hambatan perdagangan yang mustahil. Dan saya akan jujur, Uni Eropa, sangat, sangat sulit. Hambatan yang mereka hadapi sangat mengerikan, dalam banyak hal lebih buruk daripada Tiongkok,” tandasnya.

Pernyataan Trump tersebut kembali memecah periode relatif damai antara AS-Tiongkok yang tengah berupaya untuk menuntaskan perjanjian dagang fase pertama guna meringankan beberapa tarif. Pernyataan Trump juga seolah menepis klaim Tiongkok yang menyebut AS dan Tiongkok telah sepakat untuk menurunkan tarif secara bertahap.

Dengan detail kesepakatan perdagangan fase pertama yang masih belum jelas, AS mendesak pasar yang lebih luas serta penghapusan pencurian kekayaan intelektual AS oleh Tiongkok. Sementara Tiongkok menginginkan AS menurunkan sekitar USD $ 250 miliar dalam tarif yang diberlakukan sejak perang dagang dimulai. (CNBC/OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More