Rabu 13 November 2019, 15:30 WIB

Pemerintah akan Maksimalkan Teknologi untuk Dorong Perekonomian

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Pemerintah akan Maksimalkan Teknologi untuk Dorong Perekonomian

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (kanan)

 

PEMERINTAH berkomitmen menanggapi serius perubahan teknologi yang kian memberi dampak signifikan terhadap kehidupan manusia terutama di sektor ekonomi dan sosial

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan sejak 1970 hingga 2016, Indonesia masih mengandalkan komoditas sebagai penopang pertumbuhan ekonomi. Mulai dari kayu yang kemudian beralih ke minyak bumi, batu bara dan minyak sawit.

Sayangnya, sangat bergantung pada komoditas adalah hal yang tidak baik. Pasalnya produk-produk itu kerap mengalami fluktuasi harga. Ketika harga komoditas turun, otomatis penerimaan negara dari segi ekspor akan jeblok.

Maka dari itu, pemerintah sudah mulai mengubah kebiasaan dari menjual komoditas menjadi barang dengan nilai tambah dengan sentuhan teknologi.

"Minyak sawit tidak lagi dijual secara mentah sebagai crude palm oil. Komoditas itu ditingkatkan levelnya menjadi B20 bahkan segera berubah ke B30," ujar Luhut di Sentul, Jawa Barat, Rabu (13/11).

Di luar itu, serangan teknologi juga menciptakan model-model bisnis baru seperti perusahaan digital. Gojek, Tokopedia, Bukalapak adalah beberapa contoh nyata yang ada di Indonesia.

Mereka bisa membuka lapangan kerja dalam jumlah besar dan mengubah sistem perdagangan serta logistik secara signifikan.

"Ini yang ingin saya tekankan. Sekarang, anak 25 tahun, Farid (Naufal Aslam) sudah bisa dapat pendanaan US$10 juta. Dulu saya 25 tahun masih gendong ransel di kopasus, terjun di daerah operasi. Jadi di sini ada perubahan besar yang harus disikapi secara serius," tuturnya.

Farid adalah CEO Aruna, platform e-commerce untuk menjual produk-produk perikanan dan kelautan hasil tangkapan dan produksi nelayan lokal. Berdiri sejak 2016, Aruna kini telah bermitra dengan 5.073 nelayan di 17 Provinsi di Indonesia.(OL-5)

Baca Juga

Dok bank bjb

bank bjb Raih Penghargaan The Strongest Regional Bank

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 14:18 WIB
Ragam perolehan positif ini semakin membuat bank bjb percaya diri menghadapi sisa masa kuartal akhir...
Dok: Biro Setwapres

Wapres tak Ingin Indonesia Jadi Tukang Stempel Produk Halal Global

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 13:10 WIB
Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin mengatakan Indonesia masih banyak mengimpor produk halal dari berbagai negara. Indonesia masih menjadi...
MI/Ramdani

Wapres Ingin Indonesia Jadi Produsen Halal Terbesar Dunia di 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 13:05 WIB
Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, lanjut Wapres, Indonesia merupakan pasar yang sangat menentukan dalam perdagangan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya