Rabu 13 November 2019, 11:21 WIB

Aksi Terorisme Pakai Atribut Ojek Daring bukan Hal Baru

Candra Yuri Nuralam | Politik dan Hukum
Aksi Terorisme Pakai Atribut Ojek Daring bukan Hal Baru

MI/Yoseph Pencawan
Polisi berjaga-jaga di depan kantor Kapolresta Medan selepas aksi bom bunuh diri di lokasi tersebut.

 

PENGAMAT terorisme Khairul Fahmi mengatakan penggunaan atribut ojek daring oleh kelompok teroris yang meledakan diri di Polrestabes Medan bukanlah hal baru. Hal itu dilakukan hanya untuk kamuflase biasa.

"Itu cuma bagian dari upaya penyamaran dia. Soal apakah itu jaket ojek online itu hanya dilihat dari peluang itu ada," kata Fahmi, Rabu (13/11).

Fahri mengatakan ojek daring merupakan salah satu bagian dari masyarakat. Kehadiran mereka sudah sangat lekat dalam aktivitas sehari-hari.

Ojek daring juga sering digunakan untuk pengiriman barang maupun pemesanan makanan. Hal inilah yang dimanfaatkan kelompok teroris untuk berkamuflase.

"Itu saya kira jadi inspirasi bagi mereka kalau mau nerobos kantor polisi akan mudah jika pakai jaket ojek online," ujar Fahmi.

Baca juga: Mapolrestabes Medan Diserang Bom Bunuh Diri

Selain itu, Fahmi juga mengatakan, saat ini, pengamanan kantor kepolisian masih sangat lemah. Hal itu membuat kelompok teroris mudah menyusup untuk melancarkan aksi.

"Kantor polisi ini tidak seperti markas tentara yang dijaga ketat, karena kantor polisi itu tempat orang bikin pengurusan surat dan pelaporan," kata Fahmi.

Fahmi mengatakan, setiap harinya, Polsek dan Polres dibanjiri masyarakat yang membuat surat kepentingan masing-masing. Polisi sering mengabaikan pemeriksaan kendaraan maupun orang yang masuk ke dalam.

Hal inilah yang dijadikan kelompok terorisme kesempat nuntuk berbaur. Selain itu, kelompok ini juga selalu menarget keramaian agar aksinya dilihat orang.

"Artinya ini tempat terbuka dan pelayanan publik sehingga dia secara alamiah keamanannya rentan dijadikan sebagai target," ujarnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More