Rabu 13 November 2019, 09:45 WIB

CPNS Jangan Percaya Tawaran Calo

DW/DG/N-3 | Nusantara
CPNS Jangan Percaya Tawaran Calo

MI/ADI MAULANA IBRAHIM
Warga antre untuk membuat surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) di Kantor Pelayanan SKCK Polres Jakarta Pusat, kemarin

 

BUPATI Musi Banyuasin (Muba), Sumatra Selatan, Dodi Reza, mengingatkan kepada para peserta pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk pemerintah kabupaten (pemkab) setempat agar tidak memercayai tawaran calo yang menjanjikan bisa meluluskan mereka.

"Jangan percaya calo. Laporkan apabila ada oknum yang menawarkan jasa kelulusan CPNS. Itu perbuatan penipuan yang berujung ke pidana," tegasnya. Ia mengatakan itu terkait dimulainya pendaftaran secara daring CPNS Pemkab Muba, Senin (11/11).

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Muba, Sunaryo, menambahkan, pengumuman seleksi administrasi akan dilakukan pada 16 Desember 2019 dan masa sanggah 17-19 Desember 2019. Selanjutnya, pengumuman hasil sanggah dilakukan 26 Desember, kemudian pelaksanaan seleksi kompetisi dasar pada Februari 2020, dan pelaksanaan seleksi kompetensi bidang pada Maret 2020. Lalu, pengumuman seleksi akhir pada April 2020," jelasnya.

"Pendaftaran secara daring dimulai 11 hingga 24 November 2019. Sudah ada ribuan pendaftar yang terlihat sibuk mengakses website pendaftaran," katanya.

Terpisah, di Cimahi, pemohon untuk pembuatan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) memadati Kantor Polres Cimahi, kemarin. Sebagian besar dari mereka ialah para pendaftar CPNS yang mulai dibuka kemarin.

Berdasarkan pantauan, banyak di antara mereka sudah datang sejak pagi. Salah satunya Nita Arnita, 26, yang mengaku rela berangkat pukul 06.00 WIB dari rumahnya di Margaasih, Kabupaten Bandung, agar tidak terlalu lama mengantre di Kantor Polres.

"Sudah dari jam 07.00 pagi di sini, mengantre membuat SKCK sebagai salah satu persyaratan mengikuti seleksi CPNS. Kata petugas, suratnya beres agak siangan," jelas Nita di Kantor Polres Cimahi.

Dia mengaku, motivasi mengikuti seleksi CPNS ialah agar mendapat pekerjaan yang lebih layak. Pasalnya, penghasilan dari pekerjaan sebagai PNS lebih terjamin ketimbang bekerja di swasta.

Selain Nita, peserta lainnya Martin, 24, mengungkapkan seleksi CPNS tahun ini merupakan yang kedua kalinya diikuti. Karena tahun lalu tidak lolos, tahun ini dia kembali mendaftar CPNS.

"Sekarang saya harus kembali mengurus permohonan perpanjangan SKCK karena masa berlakunya sudah habis. Soalnya, masa berlakunya hanya untuk 6 bulan saja," kata Martin. (DW/DG/N-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More