Rabu 13 November 2019, 09:40 WIB

Pelukan itu Kado Terindah untuk NasDem

Putra Ananda | Politik dan Hukum
Pelukan itu Kado Terindah untuk NasDem

Muchlis JR/Biro Pers Istana
Presiden Joko Widodo berpelukan dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

 

AKADEMISI dari Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Mikheal Raja Muda Bataona, memaknai pelukan Jokowi kepada Surya Paloh sebagai ekspresi kesantunan seorang junior kepada orang yang lebih tua.   

Menurut Mikheal, pelukan Jokowi kepada Surya Paloh ini juga sekaligus menjadi semacam manifestasi dari falsafah politik Jokowi, yakni lamun sira sekti, ojo mateni (meskipun kamu sakti, jangan suka menjatuhkan).

"Artinya bahwa meskipun sebagai seorang presiden, Jokowi punya kuasa sangat besar atau dalam istilah kekuasaan disebut sebagai pihak yang punya surplus power. Akan tetapi, sebagai sosok yang hidup dalam tradisi Jawa, Jokowi tetap rendah hati untuk merangkul dan menghormati yang lebih tua," ujarnya.   

Mikheal meyakini bahwa pernyataan-pernyataan yang dilontarkan Surya Paloh pada berbagai kesempatan ialah bagian dari komunikasi politik yang harus juga ditanggapi secara cerdas dan Jokowi dengan menggunakan momentum acara Partai NasDem untuk menjawabnya.

"Jokowi tidak hanya lewat kata-kata, tetapi juga lewat komunikasi nonverbal yang secara semiotik sangat kuat menegaskan posisinya, bahwa Jokowi punya hati dan tetap menghormati Surya Paloh dan Partai NasDem," jelasnya.   

Pengamat politik dari UIN Jakarta, Adi Prayitno, menilai pertemuan ketiga tokoh, yaitu Jokowi, Ketua Umum PDIP Megawati, dan Surya Paloh, menjadi kado terindah bagi Partai NasDem.

Suasana itu sekaligus menepis anggapan publik yang menganggap hubungan partai koalisi pemerintah ini retak. Adi melihat ada irisan sejarah hubungan personal antara Surya Paloh dan Megawati yang menurutnya tidak bisa digantikan oleh peristiwa politik apa pun.

"Kalau saya melihatnya itu bagian dari dinamika pertemanan antara Surya Paloh, Megawati, dan Jokowi," kata Adi.

Adi menjelaskan, segitiga hubungan di antara ketiganya tidak bisa digariskan hitam putih.

Menurut dia, kejadian di antara mereka dalam bebeapa waktu terakhir merupakan saling sindir antarteman.

"Berbeda dengan orang yang baru kenal. Makanya kita bisa melihat suasana malam ini begitu cair, terlihat happy, diajak ngomong," ujar dia.

 

Persatuan

Ketua Panitia HUT ke-8 Partai NasDem, Ahmad Sahroni, menekankan arti penting persatuan dalam mengoptimalkan kebinekaan sebagai modal dasar dalam membangun Indonesia ke depan.

Dikatakan Sahroni, penekanan unity for diversity ini sejalan dengan filosofi Partai NasDem yang selalu berupaya melakukan gerakan perubahan bernama Gerakan Restorasi yang berlandaskan pada politik solidaritas, ekonomi emansipatif dan partisipatif, serta budaya gotong royong.

"Semangat ini tergambar dari ragam pertunjukan yang disuguhkan mewakili kekayaan budaya Tanah Air dari Aceh hingga Papua. Begitulah semangat dan cita-cita NasDem yang selalu mau merangkul," tutur Sahroni.

Hal ini terlihat sejak pembukaan kongres hingga malam perayaan HUT ke-8 NasDem. Sebanyak 3.500 peserta kongres, 3.500 kader militan dari seluruh Tanah Air, dan 1.000 panitia terlibat bergotong royong dalam mewujudkan perhelatan ini.

Pentingnya persatuan, ucap Sahroni, juga tergambar dengan kehadiran Presiden Jokowi dan Megawati.

"Klarifikasi saling menyayangi dan hanya kerap melontarkan pernyataan sebagai sebuah candaan yang ditutup dengan pelukan hangat antara Jokowi dan Surya Paloh menjadi bukti persatuan sangat penting di tengah upaya NasDem merangkul semua pihak, baik yang berada di dalam maupun di luar pemerintahan," imbuh Sahroni yang menjadi satu-satunya wakil rakyat Partai NasDem di DPR dari dapil Jakarta. (P-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More