Rabu 13 November 2019, 07:34 WIB

Jabar Bentuk Serikat Ekonomi Pesantren

Kristiadi | Nusantara
Jabar Bentuk Serikat Ekonomi Pesantren

MI/Kristiadi
Pembentukan Sarekat Ekonomi Pesantren di Pesantren Idrisiyyah, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (12/11/2019).

 

RATUSAN perwakilan pesantren di Jawa Barat berkumpul di Pesantren Idrisiyyah, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (12/11/2019). Perwakilan masing-masing pesantren memberi kesepakatan membentuk serikat ekonomi.

Inisiator Serikat Ekonomi Pesatren, Ahmad Tazakka Bonanza mengatakan, pembentukan serikat yang telah dilakukannya itu bertujuan untuk meningkatkan ekonomi pesantren yang belum memiliki kegiatan usaha. Mereka akan dibina supaya dapat membentuk koperasi dalam menjalankan usaha mereka.

"Pesantren yang belum punya usaha juga bisa menginisiasi kegiatan, setelah itu kita buatkan kelembagaannya hingga memberikan bantuan permodalan, manajemen, pemasaran supaya pesantren semakin maju terutamanya dalam mengembangkan perekonomian," kata Ahmad Tazakka Bonanza.

Ahmad menambahkan serikat ekonomi tidak akan berpangku tangan menunggu bantuan pemerintah. Pengurus harus bisa mengelola serikat secara profesional dan ditargetkan harus memiliki anggota hingga 1.000 pesantren di Jabar.

"Kita akan mencari dana dari pihak ketiga. Ada bantuan dari pemerintah juga tetap kami terima. Pembentukan serikat ekonomi ini agar mereka bisa mendapat peningkatan perekonomian, kesejahteraan dan kemandirian," harapnya.
 
Sementara, Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha, Kecil, Menegah (UKM) Kementerian Koperasi dan UKM, Rully Indrawan mengapresiasi pembentukan Serikat Ekonomi Pesantren. Sebab pesantren selama ini merupakan komunitas lebih dari sekadar mendidik para santri, tetapi mereka juga memiliki potensi mengembangkan ekonomi di daerah.

"Kita perlu menciptakan kelompok bisnis dalam bentuk koperasi atau dalam bentuk apapun dalam lingkungan pesantren. Dengan jaringan antarpesantren, kelompok bisnis satu bisa bekerja sama atau berkolaborasi dengan usaha dari pesantren," katanya.
 
Menurutnya, kolaborasi itu sangat dibutuhkan dalam dunia bisnis modern.

"Kami dari kementerian mendukung kelompok masyarakat yang ingin tetap mengembangkan kewirausahaan dalam bentuk serikat hingga berkolaborasi agar bisa menghasilkan nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi. Namun, kita akan arahkan mereka dalam membentuk koperasi agar memiliki daya saing yang lebih baik," terang Rully.

Rully mengungkapkan, Kementerian Koperasi dan UKM akan terus membangun ekosistem kerja sama antarkelompok seperti Serikat Ekonomi Pesantren dengan tujuan membangun ekonomi masyarakat dan bisa menjadi pelaku ekonomi nasional. Dengan kerja sama tersebut akan tercipta pemerataan pendapatan nasional melalui kelompok-kelompok usaha kecil. Termasuk menciptakan lapangan kerja luas.

baca juga: Kodam I Bukit Barisan Bentuk Tim Investigasi

"Kerja sama antarpesantren ini berupa Serikat Ekonomi Pesantren bukan pertama kali dilakukan. Karena, di daerah lain seperti Jawa Timur dan Yogyakarta selama itu sudah banyak dibentuk. Namun di Jawa Barat  Serikat Ekonomi Pesantren merupakan yang pertama dilakukan. Kita akan memberikan pendampingan, pelatihan berkaitan dengan koperasi, juga pembiayaan dan pemasaran," pungkasnya. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More