Rabu 13 November 2019, 09:30 WIB

Kapolri Diminta Pilih Kabareskrim yang Sarat Pengalaman

Juven M Sitompul | Politik dan Hukum
Kapolri Diminta Pilih Kabareskrim yang Sarat Pengalaman

MI/BARY FATHAHILAH
Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz

 

KABARESKRIM baru diharapkan merupakan sosok senior di Polri yang memahami berbagai kondisi, baik terkait situasi keamanan, kasus, ataupun kebijakan. Hal itu dianggap penting guna menghadapi dinamika hukum di Indonesia.

Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Choirul Anam mengatakan ada dua aspek yang harus dipertimbangkan Kapolri Jenderal Idham Azis dalam menetukan sosok Kabareskrim.

Pertama, prestasi Kabareskrim akan menjadi catatan baik bagi Polri secara keseluruhan di mata publik, menginggat Bareskrim Polri berhadapan langsung dengan masyarakat, khususnya pihak-pihak yang mencari keadilan. Bareskrim disebutnya sebagai wajah dari Polri.

Baca juga: Cegah Desa Fiktif, KPK Ingatkan Pentingnya Pengawasan Aliran Dana

Sedangkan, aspek kedua adalah banyak pekerjaan penegakan hukum yang berubah dari sisi paradigma, pendekatan, serta metode kerja seiring perubahan dan dinamika hukum.

"Atas kedua hal tersebut, dibutuhkan sosok Kabareskrim yang mumpuni. Sosok yang bisa mengonsolidasikan internal dengan baik, termasuk berkomunikasi baik dengan masyarakat dan berbagai tokoh tanpa ada beban atau sekat apa pun," kata Choirul saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu (13/11).

Menurut Choirul, dua aspek itu penting untuk memastikan seluruh pekerjaan Bareskrim maksimal. Dalam konteks ini, kata dia, sosok senior dinilai lebih baik karena memiliki jam terbang konsolidasi dan komunikasinya teruji.

Dia juga mengatakan hal lain yang dibutuhkan dari seorang senior adalah kematangan berpikir. Termasuk, segudang pengalaman menghadapi berbagai situasi terkait keamanan negara.

"Sosok cocok bagi calon Kabareskrim juga penting dilihat pengalaman ditempa oleh berbagai kondisi yang high profile baik terkait situasi keamanan, kasus, maupun kebijakan," ujarnya.

Choirul mengingatkan calon Kabareskrim harus memiliki rekam jejak intelektualitas baik, berpikir terbuka akan perubahan dan dinamika hukum, penyesuaian prespektif pendekatan serta metode kerja. Kriteria itu dinilai penting karena perubahan dan dinamika hukum membutuhkan sosok intelektual untuk menangani hal tersebut.

"Kesinambungan perencanaan strategis intitusi dan penguasaan materi perencaan akan memastikan bangunan kepolisian kedepan sesuai yang direncanakan," pungkasnya. (OL-2)

Baca Juga

MI/Adam Dwi

Wapres Ajak Seluruh Elemen Dukung Industri Halal Indonesia

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 16:10 WIB
Ma'aruf Amin menilai program sertifikasi halal produk ekspor yang harus diimplementasikan secara kuat akan menjadikan produk Indonesia...
MI/M IRFAN

Cleaning Service Tajir tidak Jadi Tersangka, Ini Kata Arteria

👤Tri Subarkah 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 14:30 WIB
Ia  menyatakan  ingin mencari kejelasan mengenai sosok Joko yang saat proses pemeriksaan selalu ditemani staf mantan jaksa agung...
MI/Susanto

Politikus PDIP Kasihani Tukang Jadi Tersangka Kebakaran Kejagung

👤Tri Subarkah 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 14:26 WIB
Menurutnya, tersangka yang ditetapkan oleh penyidik terlalu banyak. Seharusnya, lanjut Arteria, yang patut dijadikan tersangka ialah mereka...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya