Rabu 13 November 2019, 07:00 WIB

Penanganan Stunting masih Prioritas

(Ata/LN/RF/H-1) | Humaniora
Penanganan Stunting masih Prioritas

ilustrasi
gizi buruk

 

STUNTING atau tengkes yang ditandai tinggi badan anak lebih rendah daripada anak seusia, yang salah satunya disebabkan kurang gizi, sempat menjadi masalah kesehatan yang sangat disorot di Indonesia. Berdasarkan riset Kementerian Kesehatan pada 2013, prevelensi balita stunting di Indonesia mencapai angka 37,8%. Namun, tahun ini prevelensi balita stunting berkurang menjadi 27,67% .

Bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 yang mengangkat tema Generasi sehat Indonesia unggul, kemarin, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuturkan stunting merupakan satu di antara dua isu kesehatan utama yang harus diselesaikan terkait upaya pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.

"Hal-hal tersebut akan jadi fokus perhatian kita bersama untuk dapat segera diupayakan solusinya," kata Terawan di Kantor Kemenkes, Jakarta.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menambahkan permasalahan stunting bukan hanya karena gizi buruk. Menurut dia, diperlukan juga gerakan sanitasi lingkungan yang sehat agar anak-anak yang lahir tidak mengalami stunting.

Untuk itu, Muhadjir mengajak kaum perempuan untuk sedini mungkin menyiapkan generasi unggul masa depan bangsa. Pencegahan bayi lahir stunting harus dilakukan sejak masih dalam kandungan. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan ialah dengan menjaga pola makan sehat. Asupan gizi ibu hamil harus terpenuhi secara baik.

Pada puncak peringatan HKN ke-55 di Sulawesi Selatan, Gubernur Nurdin Abdullah menyebutkan pencapaian pemerintah pada pembangunan kesehatan nasional cukup besar.

"Capaian itu, di antaranya penurunan angka kematian ibu dan anak, penurunan angka stunting nasional sebesar 10%, meningkatnya cakupan imunisasi, serta berhasilnya pengendalian penyakit menular dengan menurunnya angka tuberkulosis di Indonesia," urai Nurdin Abdullah, kemarin.

Di Bangka Belitung, untuk mengatasi permasalah stunting, pemprov telah menyiapkan alokasi anggaran hingga Rp21 miliar. Gubernur Erzaldi Rosman mengatakan, dari 309 desa, 69 masih mengalami stunting. Pemprov pun telah mengambil langkah antisipasi dengan melibatkan semua organisasi perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait. (Ata/LN/RF/H-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More