Selasa 12 November 2019, 23:09 WIB

Didominasi Wajah Baru, 27 Pebasket Asing Siap Ramaikan IBL 2020

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Olahraga
Didominasi Wajah Baru, 27 Pebasket Asing Siap Ramaikan IBL 2020

Antara/M. Agung Rajasa
Savon Goodman saat membela Stapac Jakarta musim lalu, di musim 2020, dia akan membela Louvre Surabaya

SEBANYAK 27 pebasket dari 240 pebasket asing dalam draft Indonseia Basket League (IBL) telah dipinang oleh sembilan tim yang akan berlaga di IBL 2020. Pemain asing yang dipilih para klub didominasi oleh muka-muka baru.  

Contohnya, tim Amartha HangTuah yang memanfaatkan kesempatan merekrut tiga pemain asing dengan memilih tiga wajah baru yang belum pernah bermain di IBL.

Tim yang dilatih oleh Harry Prayogo itu memilih ketiga pebasket asing baru, yakni Darnell Aaron Martin Jr, Charles Lowel Jackson, dan Laquavius Kashaka Cotton.

ketiga pebasket wajah baru disengaja dipilih oleh Harry untuk memperkuat posisi Big Man yang belum dimiliki oleh HangTuah.

Tak hanya itu, Harry sengaja memilih pebasket baru lantaran dirinya ingin lebih mengandalkan pebasket muda saat mengarungi musim IBL 2020.

Baca juga : Gaet Lowhorn dan Bridgewater, Pelita Jaya Berambisi Juara IBL

“Sebenarnya saya ingin IBL lebih seru aja dan tak mengambil pebasket-pebasket wajah lama karena kami tidak mau jor-joran membuang uang di draft,” tutur Harry, Selasa (12/11).

Maka, hamper 99% setiap klub memilih pebasket asing baru. Tim NSH menjadi salah satu klub yang memertahankan satu pebasket asingnya dari tiga kuota, yakni Dashaun Wiggins Najee.

Sementara itu, Peraih gelar pemain terbaik (MVP) final IBL musim lalu Savon Goodman menjadi pilihan pertama tim Louvre Surabaya.

Musim lalu, Goodman menyabet gelar MVP Final setelah mengantarkan Stapac Jakarta, yang musim ini tak ambil bagian dari liga karena kekurangan pemain, menjadi juara IBL 2018-19 mengalahkan Satria Muda Pertamina Jakarta. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More