Rabu 13 November 2019, 01:40 WIB

Pupuk Aman, Petani Tersenyum Lagi

MI | Nusantara
Pupuk Aman, Petani Tersenyum Lagi

ANTARA
Pupuk Aman, Petani Tersenyum Lagi

 

MENJELANG musim tanam, tidak ada yang perlu dikhawatirkan petani, jika menyangkut ketersediaan pupuk dan benih. Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, misalnya, memastikan pasokan pupuk untuk petani aman.

"Tahun ini kita punya 106.017 ton pupuk urea, SP-36, dan NPK. Benih varietas unggul juga aman karena sejak dua bulan lalu sudah dibagikan ke petani," tutur Kepala Seksi Sarana dan Prasarana, Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur, Dandan Hendayana, kemarin.

Stok pupuk bersubsidi untuk petani, lanjutnya, aman karena jumlahnya sama dengan kebutuhan petani. "Jumlahnya diketahui setelah ada usulan dari kelompok tani sesuai rencana definitif kebutuhan kelompok."

Petani di Bangka Belitung juga bisa berlega hati. Penanaman padi serentak yang direncanakan berlangsung pada Desember tidak terkendala lagi karena bibit dan pupuk sudah tersedia.

"Pupuk sudah sesuai dengan RDKK. Bibit bantuan sudah mencukupi, bahkan berlebihan," papar Kepala Dinas Pertanian Juaidi.

Petani tidak perlu khawatir. Namun, mereka diminta tetap mewaspadai musim penghujan karena bisa memicu banjir. "Untuk mencegahnya, kami minta petani memperbaiki irigasi sehingga aliran air ke sawah lancar," lanjut Juaidi.

Sementara itu, Dinas Pertanian dan Perkebunan Nusa Tenggara Timur sampai kemarin masih melakukan realokasi pupuk bersubsidi antarkabupaten untuk menjamin kebutuhan pupuk tersedia tepat waktu. Pasalnya, kata Kepala Dinas Yohanes Oktavianus, ada kabupaten yang pupuknya belum dimanfaatkan, sedangkan kabupaten lainnya kekurangan pupuk. "Tahun ini kami sudah melakukan realokasi pupuk sebanyak lima kali."

Upaya penyelamatan tanaman di masa mendatang juga dilakukan Pemkab Temanggung, Jawa Tengah, dengan memprogramkan pembangunan sumur pantek di dua lokasi sawah tadah hujan. Namun, APBD ternyata hanya mampu menyediakan dana setengah dari kebutuhan.

"Satu sumur pantek butuh dana Rp75 juta. APBD hanya menganggarkan Rp40 juta sehingga kami membutuhkan swadaya dari warga," ujar Kabid Tanaman Pangan Temanggung, Harnani Imtikhamdari. (BB/BK/RF/PO/TS/N-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More