Selasa 12 November 2019, 20:36 WIB

Stunting Jadi Momok Bonus Demografi, Ini cara Mengatasinya

Atalya Puspa | Humaniora
Stunting Jadi Momok Bonus Demografi, Ini cara Mengatasinya

MI/Adam Dwi
Pakar Nutrisi Tan Shot Yen

 

DATA Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan menunjukkan prevalensi balita stunting di Indonesia pada 2018 mencapai 30,8%. Meski demikian, angka stunting atau kekerdilan pada anak turun 10% selama 5 tahun terakhir.

Pakar Nutrisi Tan Shot Yen mengatakan, tingginya angka stunting menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia yang tengah mendapatkan bonus demografi hingga 2045 mendatang. Untuk mengatasinya, pemerintah harus memberikan edukasi soal cara membesarkan anak yang benar.

Untuk menciptakan generasi yang berkualitas dan jauh dari stuntig, Tan menilai pemerintah perlu melakukan pendekatan spesifik dari segi perbaikan gizi, baik untuk anak hingga ibu hamil.

"Mulai dari status gizi calon ibu, saat ibu hamil, saat ibu menyusui, hingga ASI ekslusif di usia 6 bulan dan diteruskan hingga 2 tahub atau lebih bersama MPASI yang baik dan benar," kata Tan kepada Media Indonesia, Selasa (12/11).

Baca juga : Kurun Waktu 5 Tahun Prevalensi Stunting Nasional Turun 10%

Bukan hanya dari segi kesehatan, Tan juga menyebut pemerintah perlu menggencarkan edukasi terkait literasi gizi di lingkungan keluarga. Hal itu menjadi upaya promotif dan preventif untuk pencegahan stunting.

"Pendekatan sensitif, menyangkut literasi gizi keluarga, pola hidup bersih dan sehat yang mencegah punya infeksi berulang di masa bayi dua tahun, perencanaan tempat tinggal yang sehat, ketersediaan air bersih, hingga mengeliminasi risiko polusi (terutama rokok) saat bayi tumbuh kembang," bebernya.

Dengan demikian, diharapkan Indonesia memiliki generasi cerdas yang menjadi bibit sumber daya manusia (SDM) unggul. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More