Rabu 13 November 2019, 00:20 WIB

Syeha Shafira Alhaddar Yang Muda, yang Promosi Wisata

Sitria Hamid | Hiburan
Syeha Shafira Alhaddar Yang Muda, yang Promosi Wisata

Dok. Pribadi
Syeha Shafira Alhaddar

 

"GENERASI muda harus terus ikut menjaga, menghargai kekayaan, dan melestarikan bahari Indonesia, sekaligus mempromosikan pariwisata Indonesia," kata Putri Bahari Indonesia 2019 Syeha Shafira Alhaddar, 20, di Jakarta, Senin (11/11).

Syeha terpilih menjadi Putri Bahari Indonesia 2019 menyisihkan peserta dari 27 provinsi pada malam Grand Final Pemilihan Putra Putri Bahari Indonesia 2019 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jakarta, Sabtu (9/11).

"Karena bahari kita tidak kalah kaya dengan negara lain, dan jangan kita merusak keindahan alam yang sudah ada. Hentikan penggunaan plastik sekali pakai dan hentikan perburuan biota-biota laut, yang seharusnya dilestarikan," jelas perempuan kelahiran Tanjung Karang, Lampung, 7 Juni 1999 tersebut.

Syeha terpilih menjadi Putri Bahari Indonesia 2019 berdasarkan penilaian dewan juri yang diketuai Profesor Dr Hj Sylviana Murni, SH, MSi, yang juga merupakan Anggota DPD RI.

"Aku sama sekali tidak menyangka bisa ada di posisi teratas di antara peserta lain. Perjuangan selama ini dari April 2019, alhamdulillah terbayar. Bulan April 2019, aku bisa menang di pemilihan Putri Bahari Lampung, dan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti pemilihan tingkat nasional," kata Syeha yang hobi travelling dan ingin menjadi presenter, penulis novel, dan naskah film tersebut.

Menurut anak pertama dari pasangan Ahmad Delfitri Alhaddar dan Septiana Sumbahan itu, persiapan yang ia lakukan cukup panjang. Tetap saja ia tidak menyangka bisa menjadi Putri Bahari Indonesia 2019. Menurutnya, peserta lain yang berasal dari 27 provinsi di Indonesia yang mengikuti ajang tersebut juga hebat-hebat.

"Alhamdulillah, Allah memberi rezeki lebih (bisa menang), dan memberi amanah kepadaku," kata mahasiswa Komunikasi Universitas Lampung dengan IPK 3,47 tersebut.

 

Karantina

Syeha bersama calon Putra Putri Bahari Indonesia 2019 dari 27 Provinsi di Indonesia, sebelumnya telah digembleng ala 'militer' masuk karantina di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, selama seminggu, pada 3-9 November 2019.

Jadwal kegiatan selama karantina sangat ketat dari pagi hingga dini hari. Syeha dan peserta lain pun hanya punya waktu tidur 2-3 jam saja. Selama itu, mereka mendapatkan wawasan kebaharian, mengunjungi Kepulauan Seribu, observasi laut, pariwisata bahari, juga menjalani psikotes.

Penilaian peserta telah dimulai sejak masuk karantina. Persaingan begitu ketat, tetapi Syeha mengaku disiplin menjadi salah satu kunci keberhasilannya. "Aku akan terus aktif menjalankan tugas dan kegiatan yang berhubungan dengan pelestarian lingkungan, khususnya laut," ujar Syeha.

Saat menjuarai Putri Bahari Lampung 2019 pada April lalu, Syeha yang menyisihkan 300 peserta, bersama teman-temannya melakukan penanaman mangrove, bakti sosial, dan aksi bersih-bersih di Pantai Mahitam, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Agenda tersebut juga dibarengi dengan promosi makanan yang terbuat dari hasil laut di Pantai Mahitam dan Pulau Pasaran Lampung.

Syeha menyatakan, setelah menjadi Putri Bahari Indonesia 2019, dirinya akan lebih giat lagi melestarikan Bahari Indonesia, juga mempromosikan destinasi wisata unggulan Indonesia, baik di tingkat nasional maupun mancanegara. (Tia/H-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More