Selasa 12 November 2019, 22:00 WIB

Tumpas Aksi Brutal Geng Motor

Tumpas Aksi Brutal Geng Motor

Ilustrasi
Geng Motor

 

AKSI komplotan geng motor di Ibu Kota semakin meresahkan. Di Jakarta Utara, komplotan geng motor Oyy-Oyy membacok satpam di Cilincing hingga tewas dan memeras beberapa warung di kawasan itu.

"Dalam satu malam itu mereka ternyata sudah melakukan beberapa tindak pidana. Pertama, melakukan pemerasan di warung dan kemudian melakukan penusukan terhadap salah satu warga yang ada di sekitar Cilincing, tak jauh dari warung itu," kata Kapolres Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto di Polsek Cilincing, kemarin.

Ia menjelaskan, modus pemerasan para pelaku dilakukan saat masuk ke warung dan mengancam pemilik warung. "Setelah mengancam, kemudian meminta sejumlah uang, termasuk juga mengambil beberapa barang. Jadi komplotan ini dalam aksinya cukup berani. Apabila ada warga yang tidak menuruti keinginan mereka, kemudian mereka tidak segan-segan melakukan tindakan kekerasan," papar Budhi.

"Saya lagi di dekat warung, terus lihat ada ramai-ramai. Saya samperin, saya tanya ada apa. Terus enggak lama, gerombolan teman-teman geng motor yang lain itu datang dari belakang saya terus bacok saya, kena tiga kali di belakang (pinggang)," kata Kusnadi, 31, warga Bidara, Cilincing, sambil menunjukkan lukanya yang sudah ditutup perban.

Empat anggota komplotan geng motor itu ditangkap seusai membacok seorang satpam hingga tewas di Marunda, Minggu (10/11) dini hari.

Korban bernama Mikha diketahui terjatuh dari motor setelah sempat menegur dan mengejar para pelaku. Saat terjatuh, pelaku langsung berbalik arah dan membacok punggung Mikha hingga tewas.

"Saat melakukan perjalanan (konvoi berkeliling dan meresahkan), mereka berhenti dan sempat ditegur oleh satpam yang berjaga di daerah tersebut hingga dikejar (satpam) sampai ke Rorotan," kata Budhi. Aksi kejar-kejaran dilakukan dari kompleks perumahan di Cakung. "Korban bersama saksi, memakai motor mengejar geng motor tersebut hingga ke Rorotan, Cilincing. Sampai di lokasi, motor korban jatuh dan saat itu juga, pelaku yang membawa celurit membacok punggung korban," kata Budhi. Tak butuh waktu lama, polisi menangkap empat dari sembilan berdasarkan rekaman video CCTV.

Kriminolog Universitas Budi Luhur, Chazizah, mengatakan maraknya tindak kriminal yang dilakukan geng motor merupakan bentuk kejahatan kekerasan. "Sekarang identik di kalangan remaja yang naik motor di pinggir jalan, terus iseng memanfaatkan kondisi malam, ada banyak kasusnya. Karena mereka berkelompok, mereka merasa memiliki kekuatan dan satu sama lain merasa secara psikologis," paparnya.

Untuk menekan aksi kejahatan geng motor, Chazizah meminta masyarakat tidak hanya mengandalkan pihak kepolisian. Pasalnya, polisi memiliki keterbatasan dalam melakukan operasi atau razia. "Seberapa banyak dan sering sih personel polisi melakukan operasi itu? Kejahatan kan bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Jadi, sebenarnya polisi memang harus sering-sering melakukan operasi atau razia, tapi dari masyarakat sebenarnya harus mewawas diri juga, ada pencegahan juga dari masyarakat," terangnya. (Tri/Medcom/J-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More