Selasa 12 November 2019, 19:05 WIB

Imigrasi Pastikan Tak Keluarkan Surat Cekal untuk Rizieq

M. Ilham Ramadhan Avisena | Politik dan Hukum
Imigrasi Pastikan Tak Keluarkan Surat Cekal untuk Rizieq

Antara/Wira Suryantala
Dirjen Imigrasi Kemenkumham Ronny F Sompie saat meninjau fasilitas keimigrasian Bandara

 

DIREKTORAT Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM memastikan tak mengeluarkan surat cegah dan tangkal untuk pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab,

Direktur Jenderal Imigrasi Ronny Franky Sompie pun memastikan, pihaknya berpegang teguh pada Undang-Undang nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian pasal 14 yang berbunyi "Setiap warga negara Indonesia tidak dapat ditolak masuk wilayah Indonesia'.

"UU ini memganut hak asasi secara internasional di mana dalam pasal 14 dinyatakan pemerintah Indonesia tidak berwenang untuk menolak untuk menangkal wni yang akan kembali masuk ke Indonesia setelah berpergian di luar negeri," terang Ronny dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (12/11).

Penangkalan, lanjutnya, hanya berlaku bagi warga negara asing (WNA) seperti yang tertera pada pasal 98 UU 6/2011. Itu pun berdasarkan permintaan aparat penegak hukum lantaran WNA tersebut tengah tersangkut kasus hukum atau masalah keimigrasian.

"Jadi, kepada Habib Rizieq, Direktorat Imigrasi belum pernah menerbitkan surat untuk menolak atau menangkal habib Rizieq masuk ke Indonesia sampai saat ini," ungkap Ronny.

Baca juga : Kemenlu akan Klarifikasi soal Klaim Rizieq

Diketahui, paspor yang digunakan oleh Rizieq dikeluarkan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat pada 25 Februari 2016 dan berlaku hingga 25 Februari 2021. Dengan kata lain, paspor yang dimiliki oleh Rizieq masih berlaku dan belum kedaluwarsa.

Ronny menjelaskan, visa izin tinggal yang dimiliki oleh Rizieq bergantung pada otoritas setempat, dalam hal ini pihak imigrasi Arab Saudi. Terhitung, Rizieq telah meninggalkan Indonesia sejak 27 April 2017 lalu.

Ronny mengaku tidak mengetahui menetapnya Rizieq dengan visa kunjungan bisnis di Arab itu bisa bertahan dan menetap hingga dua tahun lamanya.

"Apakah ini berkaitan dengan visa yang diberikan, izin tinggal yang diberikan, dan atau persoalan yang lain. Ini menjadi kewenangan pemerintah Arab Saudi dan pejabat imigrasi yang diberikan oleh negaranya mengatur WNA yang boleh atau tidak boleh keluar dari negeaa Arab Saudi," jelas Ronny.

Sebelumnya, melalui video yang diunggah di kanal televisi FPI, Rizieq mengungkapkan dirinya dicekal oleh pemerintah Arab Saudi atas permintaan pemerintah Indonesia.

Baca juga : Prabowo akan Konfirmasi Status Rizieq ke Dubes Saudi

"Saya dicekal di sini, bukan karena saya melakukan pelanggaran keimigrasian, bukan saya melakukan pelanggaran pidana atau perdata, bukan karena saya melakukan suatu kejahatan di Saudi ini atau satu kesalahan, tidak," kata dia seperti dicuplikan video sambil menunjukkan dua buah kertas.

Namun ia tidak mempertegas dan merinci surat yang ditunjukkannya itu.

Disinggung soal surat yang dibawa Rizieq tersebut, Ronny mengaku tidak mengetahui ihwal surat itu dan meragukan keabsahannya. Imigrasi dan instansi terkait akan mencoba untuk menelusuri kebenaran surat tersebut.

"Kalau itu diperlukan untuk menyelesaikan persoalan, maka itu pemerintah (melakukan) sejauh bisa melakukan upaya," tandasnya. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More