Selasa 12 November 2019, 17:25 WIB

Dibegal, Satu Pengemudi Taksi Online Palembang Luka 23 Tusuk

Dwi Apriani | Nusantara
Dibegal, Satu Pengemudi Taksi Online Palembang Luka 23 Tusuk

MI/Dwi Apriani
MSJ, 21, satu dari dua pelaku begal pengemudi taksi online di Palembang

 

PENGEMUDI taksi online, Nova Hadinata,37, luka parah setelah dibegal dua pemuda di Jalan Tanah Merah Siring Agung, Kecamatan Ilir Barat I Palembang, Senin (11/11) sekitar pukul 23.00 WIB.

Masyarakat yang mengetahui kejadian tersebut langsung membawa korban ke Rumah Sakit Siti Khadijah Palembang dan diketahui korban mengalami 23 luka tusuk.

Alex, 33, Sepupu Korban menuturkan, kondisi korban saat ini mulai pasca dilakukan operasi di RS Siti Khadijah. "Korban mengalami 23 luka tusuk, tapi yang serius berada di bagian leher karena cukup dalam," paparnya.

Ia mengakui, korban mendapatkan orderan dari pelaku berjumlah dua orang tarif Rp35 ribu dengan tujuan ke Ilir Barat II Palembang. "Mungkin sekitar pukul 22.00 WIB pelaku yang berada belakang memukul korban dari belakang sesaat sebelum sampai di TKP, hingga terjadilah penusukan," kata Alex.

Sementara itu, satu dari dua pelaku penusukan sudah diamankan polisi. Usai mendapati identitas pelaku, Satuan Reserse Kriminal Unit
Ranmor Polrestabes Palembang, langsung menangkap pelaku.

Pelaku yakni Marmada Saputra Jaya, 21, warga Jalan HM Ryacudu Lorong II Kelurahan 7 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I Palembang. Ia diringkus petugas saat berada dikediamannya. Ketika ditangkap, Marmada nampak telah bersiap untuk melarikan diri.

"Salah satu pelaku, Marmada berhasil ditangkap setelah dua jam melancarkan aksi begalnya. Tersangka berusaha untuk melarikan diri. Karena saat ditangkap dia sudah persiapan untuk kabur, tampak jelas dengan barang bawaannya berupa pakaian, celana, tas, handphone, mobil dan lainnya," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Yon Edi Winara.
 
Sedangkan pelaku lainnya, ungkap Yon, masih dalam pengejaran dan identitasnya sudah diketahui.

"Antara pelaku dan korban memang sudah saling mengenal. Jadi tidak sulit mencari tersangka, karena driver online juga banyak yang mengenalinya. Jadi, awalnya tersangka meminjam telepon seluler orang lain yang ada aplikasi taksi online,'' papar Yon, sembari menyebutkan pesanan antar dari kawasan 7 Ulu ke Way Hitam, diperjalanan korban dieksekusi. (OL-11)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More