Selasa 12 November 2019, 16:41 WIB

Ini Panitia Seleksi Calon Hakim MK Gantikan Gede Palguna

Ini Panitia Seleksi Calon Hakim MK Gantikan Gede Palguna

Antara
Pansel calon hakim MK (dari kiri) Maruarar Siahaan, Harjono, Edward Omar Sharif Hiariej (kedua kanan) dan Alexander Lay

 

PRESIDEN Joko Widodo telah membentuk panitia seleksi (pansel) untuk mencari hakim konstitusi menggantikan I Dewa Gede Palguna yang akan berakhir masa jabatannya pada 7 Januari 2020.    

"Kita perlu mempersiapkan calon hakim Mahkamah Konstitusi yang dari Presiden karena pada 7 Januari itu seorang hakim konstitusi sudah memasuki usia purna tugasnya yaitu Dewa Gede Palguna sudah akan 5 tahun jabatannya, oleh karena itu harus diganti," kata ketua pansel Harjono di gedung Kementerian Sekretariat Negara Jakarta, Selasa (12/11).    

Hakim konstitusi I Dewa Gede Palguna (Dok Antara)

Harjono mengungkapkan hal tersebut dalam konferensi pers yang juga dihadiri anggota pansel Maruarar Siahaan, Alexander Lay, dan Edward Omar Sharif Hiariej, satu anggota pansel yaitu Sukma Violetta tidak bisa menghadiri konferensi pers.        

I Dewa Gede Palguna mengucapkan sumpah sebagai hakim konstitusi pada 7 Januari 2015 dan akan berakhir masa jabatannya pada 7 Januari 2020. Ia juga pernah menjadi hakim konstitusi pada periode 2003-2008.    

"Pak Palguna ini dua kali hakim pada saat periode pertama bersama saya waktu itu dan Pak Maruarar lalu periode yang sekarang ini jadi sudah habis sudah," tambah Harjono.    

Baca juga: Dinilai Membingungkan, Usia Syarat Memilih Digugat ke MK

Harjono pun mendorong agar masyarakat yang terpanggil untuk menjadi hakim konstitusi dapat mendaftarkan diri. "Oleh karena itu pada teman pers kita sangat mengharap bisa menyebarluaskan informasi ini karena apa pun juga Hakim Mahkamah Konstitusi adalah sangat penting oleh karena itu informasi tentang pendaftaran ini bisa tersebar dan juga bisa mendorong untuk mereka yang mestinya bisa menjadi hakim tertarik untuk mendaftarkan diri sebagai hakim," ungkap Harjono. (X-15)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More