Selasa 12 November 2019, 16:23 WIB

Kurun Waktu 5 Tahun Prevalensi Stunting Nasional Turun 10%

Lina Herlina | Nusantara
Kurun Waktu 5 Tahun Prevalensi Stunting Nasional  Turun 10%

Antara
Penimbangan balita di posyandu menjadi bagian dari pemantauan kasus stunting di perkampungan.

 

HASIL riset Kementerian Kesehatan pada 2013 menunjukkan prevelensi balita stunting di Indonesia mencapai angka 37,8 persen. Namun, tahun 2019 prevelensi balita stunting berhasil mencapai angka 27,67 persen. Karenanya pada puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 di Sulawesi Selatan, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menyebutkan, pencapaian pemerintah pada pembangunan kesehatan nasional cukup besar.

"Capaian itu, di antaranya penurunan angka kematian Ibu dan anak, penurunan angka stunting nasional sebesar 10 persen, meningkatnya cakupan imunisasi, serta berhasilnya pengendalian penyakit menular dengan menurunnya angka tubercolosis di Indonesia," urai Nurdin Abdullah, Selasa (12/11/2019).

"Dalam kurun waktu lima tahun, angka stunting berhasil diturunkan hampir 10 persen," sambung Nurdin, sesuai dengan sambutan Menteri Kesehatan yang dibacakannya.

Ia juga menyebutkan arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengenai dua isu kesehatan utama yang harus diselesaikan terkait pembangun SDM yang berkualitas.

"Yaitu stunting dan jaminan kesehatan nasional," kata Nurdin

Ia lalu, memaparkan permasalahan yang menjadi fokus utama perbaikan kesehatan di Indonesia saat ini.

"Yakni tingginya harga obat dan alat kesehatan. Serta masih rendahnya penggunaan alat kesehatan dalam negeri. Hal tersebut akan menjadi fokus perhatian bersama untuk dicarikan solusinya," terang Nurdin.

baca juga: Iuran BPJS Naik, Dinkes Banyumas Ajukan Kenaikan Anggaran 100%

Menurutnya pemerintah terus memperjuangkan hadirnya Generasi Sehat Indonesia Unggul yang diharapkan dapat menjadi SDM Unggul yang mengisi 100 tahun Indonesia merdeka pada tahun 2045.

"Ini bertepatan dengan bonus demografi yang dapat mengantarkan Indonesia menjadi negara maju dan makmur," pungkasnya.(OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More