Selasa 12 November 2019, 15:41 WIB

Pemerintah Turunkan Suku Bunga KUR Jadi 6 Persen

M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Pemerintah Turunkan Suku Bunga KUR Jadi 6 Persen

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah)

 

PEMERINTAH resmi menurunkan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar 1%, menjadi 6%. Kebijakan ini mulai berlaku Januari 2020.

Kebijakan itu disepakati setelah sejumlah menteri melakukan rapat koordinasi di kantor Kementerian Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (12/11).

"Telah disepakati KUR yang akan didorong ke depan adalah KUR yang pro kerakyatan. Januari suku bunga turun dari 7% menjadi 6%. Total plafon KUR yang sesuai arah KUR itu tahun depan naik 36%. Dari Rp140 triliun menjadi Rp190 triliun di tahun 2020," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers.

Pemerintah akan menaikkan plafon KUR secara bertahap hingga melebihi 100%. Ditargetkan pada 2024 plafon KUR akan mencapai Rp325 triliun. Pun demikian dengan plafon maksimum KUR mikro, pemerintah akan menaikkannya sebanyak dua kali lipat tanpa penjaminan.

"KUR mikro plafonnya naik, tanpa agunan dari Rp25 juta menjadi Rp50 juta per debitur. Total akumulasi plafon perdagangan naik dari Rp100 juta menjadi Rp200 juta," terangnya.

Sementara pada UMKM sektor produksi, pemerintah mengalokasikan plafonnya sebesar 60% dari total Rp190 triliun. Hal itu diharapkan dapat mendorong geliat UMKM dalam negeri.

Berdasarkan data BPS 2017, tercatat total unit UMKM mencapai 99,9% dari total unit usaha. Selain itu, penyerapan tenaga kerjanya sebesar 96,9% dari total penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Jika ditinjau dari kontribusi terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB), UMKM menyumbang hingga 60,34%.

Sementara perkembangan total realisasi akumulasi penyaluran KUR dari Agustus 2015 sampai 30 September 2019 sebesar Rp449,6 triliun dengan outstanding sejumlah Rp158,1 triliun.

Rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) terjaga di kisaran 1,23%. Total debitur penerima KUR dari Agustus 2015 sampai 30 September 2019 mencapai 18 juta debitur dengan 12 juta Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tidak berulang.

Baca juga: Pemerintah Berkomitmen Kembali Turunkan Bunga KUR

Per 30 September 2019, penyaluran KUR sudah mencapai Rp115,9 triliun atau 82,79% dari target tahun ini yang sebesar Rp140 triliun, dengan total debitur KUR sebanyak 4,1 juta. Penyaluran KUR sektor produksi sampai 30 September 2019 mencapai 50,4% dari target minimal 60%.

"Manfaat KUR juga sangat dirasakan oleh masyarakat berpenghasilan rendah dalam meningkatkan kesejahteraan melalui peningkatan skala ekonomi usahanya. Hal ini terlihat dari komposisi penyaluran KUR Mikro sebesar 64,6%, KUR Kecil sebesar 35% dan KUR TKI sebesar 0,4%," terangnya.

Menteri Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah Teten Masduki menilai kebijakan pemerintah terkait penurunan suku bunga KUR dan KUR kelompok dapat memberikan dampak signifikan pada pertumbuhan UMKM.

"Karena memang di tengah ekonomi global yang lagi lesu, titik yang berat akan didorong sektor ini. Karena penyerapan tenaga kerja juga banyak. Model KUR kelompok ini akan memudahkan kerja kami di Kemenkop bentuk koperasi. Jadi akan mudah pembinaan dan pemberdayaan dalam akselerasi penyaluran KUR," ungkap Teten.

Sementara Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut keputusan soal KUR tersebut dapat menjadi suntikan bagi neraca perdagangan nasional untuk menjadi lebih baik lagi.

"KUR perindustrian akan kita fokuskan ke kegiatan industri kecil dan menengah untuk substitusi impor. Lalu bisa masuk ke supply chain. Itu upaya kita untuk memperbaiki neraca perdagangan," tukas Agus.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More