Selasa 12 November 2019, 15:33 WIB

Menteri ESDM Resmikan Survei Seismik Jambi Merang 2019

Faustinus Nua | Ekonomi
Menteri ESDM Resmikan Survei Seismik Jambi Merang 2019

MI/Faustinus Nua
Dir Hulu Pertamina Dharmawan H Samsu (kiri) bersama Menteri ESDM Arifin Tasrif (tengaj) dan Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto (kanan)

 

MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif meresmikan survei seismik untuk mencari cadangan minyak dan gas (migas) baru di wilayah kerja (WK) Jambi Merang.

Bersama kontraktor kerja sama Pertamina Hulu Energi Jambi Merang (PHE Jambi Merang) selaku group perusahaan PT. Pertamina (Persero) dan kontrak kerja sama gross split bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), survei tersebut dibuka melalui komitmen kerja pasti (KKP) selama 5 tahun ke depan.

“Pemerintah terus berupaya mempercepat penemuan cadangan migas dan meningkatkan produksi. Kita mendorong peningkatan eksplorasi, baik di dalam wilayah kerja maupun di wilayah terbuka yang bertujuan untuk menemukan potensi cadangan-cadangan baru di area frontier yang selama ini belum tersentuh,” kata Menteri Arifin dalam sambutannya pada upacara pembukaan survei di Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/11).

Menurutnya, sektor migas menjadi andalan dalam negeri untuk menopang berbagai kegiatan. Dengan potensi migas yang begitu besar, Indonesia perlu terus melakukan eksplorasi untuk menemukan cadangan minyak baru. Dengan demikian, ia meminta Pertamina untuk selalu proaktif dan meningkatkan kinerjanya dalam mengeksplorasi.

"Saya yakin dengan kemampuan kita bisa capai target 6 bulan. Yang penting usaha dulu. Usaha juga harus dengan perencanaan yang baik, sehingga bisa membuahkan hasil optimal demi kemaslahatan bangsa ini," tuturnya.

Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) Dharmawan H Samsu mengatakan survei tersebut merupakan salah satu kegiatan awal dari KKP bersama SKK Migas. Melalui survei tersebut, pihaknya bisa mengetahui potensi-potensi yang bisa dieksplorasi ke depannya.

"Harapan dengan survei ini, kami dapat menjalankan misi kami dalam KKP yang diamanatkan. Hasil survei ini akan diserahkan kepada pemerintah," ujar Dharmawan.

Baca juga: Cadangan Migas kian Terbatas, Pemerintah Diminta Berhemat

Dia juga menjelaskan cakupan survei membentang mulai dari Bangka di wilayah barat sampai ke wilayah Papua. KKP Jambi Merang di wilayah terbuka akan melaksanakan survei seismik 2D lepas pantai pada lintasan sepanjang kurang lebih 30.000 km di laut yang dikerjakan oleh salah satu anak perusahaan PT. Pertamina (Persero) yaitu PT. Elnusa Tbk (Elnusa). Survei tersebut, lanjutnya, menjadi yang terbesar di Asia Pasifik dan Australia.

Sementara itu, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menerangkan KKP ini bisa meningkatkan kinerja menjadi lebih masif lagi. Dalam 5 tahun ke depan, akitivitas eksplorasi akan semakin baik. Hal itu juga bisa menarik para investor untuk ikut menggarap proyek-proyek migas dalam negeri.

"Ini akan memberi dampak kepada investor. Melalui survei ini, investor makin tertarik dengan kemampuan dalam negeri. Mudah-mudahan ini adalah kesempatan menemukan giant discovery," kata dia.

Rencananya, survei seismik akan berlangsung selama 5 tahun ke depan. Sementara dalam 6 bulan, pemerintah menargetkan menemukan cadangan minyak baru. PT Elnusa selaku operator mempunyai kapal yang dapat melakukan survei seismik 2D maupun 3D dan sudah berpengalaman di laut Nusantara.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More