Selasa 12 November 2019, 15:03 WIB

KLHK Ajak Generasi Muda Aktif Jaga Lingkungan

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
KLHK Ajak Generasi Muda Aktif Jaga Lingkungan

MI/Atikah Ishmah Winahyu
Siswa SMA di Jakarta mengikuti Festival Generasi Muda Cinta Lingkungan di kantor KLHK, Selasa (12/11).

 

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) menggelar Festival Generasi Muda Cinta Lingkungan di kantor KLHK, Selasa (12/11). Acara ini merupakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional serta Hari Sumpah Pemuda.

Wakil Menteri LHK Alue Dohong mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan kesadaran generasi muda terkait lingkungan hidup dan kehutanan, melibatkan secara aktif generasi muda dalam isu-isu lingkungan hidup dan kehutanan serta menyosialisasikan kebijakan dan program KLHK seperti rehabilitasi hutan dan lahan, konservasi alam, cinta flora dan fauna juga penanggulangan sampah terutama sampah plastik.

"Dengan kondisi lingkungan hidup kita saat ini yang mengalami penurunan karena bermacam aktivitas dan sebagainya, maka kewajiban kita semua untuk bekerja sama dan berkolaborasi menciptakan lingkungan hidup agar lebih baik lagi, jadi tidak hanya tanggung jawab Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan," kata Alue dalam sambutannya di acara Festival Generasi Muda Cinta Lingkungan di kantor KLHK, Jakarta, Selasa (12/11).

Dalam acara yang dihadiri sekitar 250 murid dari SMAN 70, SMAN 3, SMAN 8 dan SMAN 37 ini, Alue berpesan pada para siswa sebagai generasi muda sekaligus agent of change untuk ikut berperan serta mengajak dan mengubah mindset masyarakat agar lebih mencintai lingkungan. Peran para generasi muda dalam pelestarian lingkungan dinilai sangat penting karena mereka yang akan menjadi generasi penerus di masa depan.

"Kita harus bergeser dari paradigma yang sebelumnya selalu berbasiskan atur dan awasi, command and control, sekarang sudah bergeser kepada atur sendiri atau bahkan lebih canggih lagi menjadi kesukarelaan atau voluntary. Jadi memperbaiki dan mencintai lingkungan hidup bukan karena ada aturan, karena diwajibkan, karena ada hukumannya, tapi karena ini kebutuhan dan hak kita," tuturnya.

Baca juga: Ini Isu yang akan Dibawa Indonesia ke COP 25

Secara khusus, Wamen LHK mengajak para siswa untuk ikut serta menanam pohon, baik di sekolah maupun di lingkungan sekitar rumah. Sebab, kehadiran pohon dapat menjadi sumber oksigen dan membuat lingkungan lebih sejuk.

"Saya ajak semuanya supaya bisa. Kalau satu orang saja 20 pohon dalam hidupnya dan yang ditanam betul-betul hidup, kita bayangkan berapa juta pohon yang bisa kita tanam," imbuhnya.

Tak ketinggalan, Alue juga berpesan pada para siswa agar selalu sadar untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah di tempatnya dan mengurangi pemakaian plastik.

Guru Biologi SMAN 37 Jakarta Achmad Ramadani Prastya yang bertugas mendampingi siswanya menilai kegiatan edukasi yang ringan seperti Festival Generasi Muda Cinta Lingkungan cukup efektif bagi kalangan remaja, khususnya anak SMA untuk meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan.

Dia pun berharap pemerintah dapat mengadakan tindak lanjut dari festival ini dengan mengajak siswa terjun langsung ke alam, sehingga wawasan yang telah diberikan lebih mengena.

"Harapannya sih ini kan lebih ke festival yang mengenalkan ya, saya rasa mungkin harus ada praktik lebih, kalau perlu ajak beberapa perwakilan siswa langsung terjun ke lapangan, misalnya diajak ke Taman Nasional," ungkap Achmad.

Salah satu siswa kelas XI SMAN 37 Jakarta Bryan Ammar, 16, yang turut hadir dalam Festival Generasi Muda Cinta Lingkungan mengaku pengetahuannya terkait lingkungan semakin bertambah dengan kegiatan ini.

"Dengan acara ini kita bisa tahu bagaimana cara dan pentingnya menanam pohon," katanya.

Dia pun mengungkapkan di sekolahnya kini telah melakukan upaya pelestarian lingkungan dengan mewajibkan para siswa membawa botol minum sendiri , sehingga dapat mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.

"Kita diwajibkan bawa tumbler. Di setiap kelas sudah disediakan galon, jadi misal airnya habis, bisa diisi ulang, nggak beli botol plastik," pungkasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More