Selasa 12 November 2019, 14:50 WIB

Riset JIMF Dorong Ekonomi Syariah Tanah Air

Hilda Julaika | Ekonomi
Riset JIMF Dorong Ekonomi Syariah Tanah Air

MI/Hilda Julaika
Deputi Gubernur Bank Indonesia Doddy Budi Waluyo (tengah) dan Kepala Bank Indonesia Institute (BINS) Solikin M. Juhro (kiri) membuka ISEF

 

KEPALA Bank Indonesia Institute (BINS) Solikin M Juhro mengatakan Indonesia masih bergantung pada transaksi ekonomi dunia dan ekspor dari sektor natural resources. Sementara itu, ketidakpastian ekonomi global berdampak pada ekonomi dalam negeri.

Untuk itu, diperlukan adanya new source of economy growth, yakni ekonomi syariah yang turut dikembangkan oleh BI. Untuk semakin mendorong pengembangan ekonomi syariah, BI berinisiatif melakukan riset untuk sumber kekuatan ekonomi baru.

"Ekonomi syariah adalah mesin baru. Bagaimana kita bisa menghadapi tantangan ketidakpastian ekonomi global. Kami di BINS mengembangkan ekonomi riset. Kami punya pengembangan riset bernama Journal of Islamic Monetary Economics and Finance (JIMF)," ujar Solikin kepada awak media di acara International Sharia Economic Festival (ISEF) 2019, Senayan JCC, Selasa (12/11).

JIMF bertujuan untuk mengembangkan riset dan edukasi ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Riset ini turut melibatkan para akademisi dan peneliti untuk bersama mengembangkan potensi. BI yang saat ini tengah menggelar acara International Sharia Economic Festival (ISEF) 2019 membuka call for papers mengenai isu ekonomi syariah.

Baca juga: Indonesia Selenggarakan Festival Ekonomi Syariah Internasional

JIMF Call for Papers merupakan kegiatan rutin tahunan BI dalam format diskusi, pembahasan ilmiah dan showcase hasil penelitian terkini dari para peneliti, dosen, pemerhati keuangan syariah dan pelaku keuangan syariah. Untuk tahun ini, BI menerima 250 makalah dengan jurnal terpilih sebanyak 39 makalah yang berasal dari 10 negara partisipan, 22 makalah ditulis oleh peneliti Indonesia dan 17 lainnya peneliti internasional.

Sementara itu, cakupan makalah yang disampaikan beragam, mulai dari ekonomi keuangan syariah dalam mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif, sampai pengembangan ekonomi digital dan teknologi finansial berbasis syariah.

"Kita patut bersyukur dengan adanya JIMF ini karena tidak banyak yang memiliki. Ini adalah bentuk komitmen para Dewan Gubernur BI untuk membangun ekosistem riset di tanah air," jelas Solikin.

Ekosistem riset akan berimplikasi pada sumbangsih pemikiran-pemikiran yang well-recognized secara internasional serta berpengaruh pada pembentukan kebijakan. Dengan begitu, BI dalam bidang riset dan kajian kebijakan bisa menjadi thought-leader yang dijadikan rujukan oleh emerging market.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More