Selasa 12 November 2019, 10:20 WIB

Paruh Waktu, Plattform Digital, Kurangi Tingkat Pengangguran

mediaindonesia.com | Humaniora
Paruh Waktu, Plattform Digital, Kurangi Tingkat Pengangguran

Istimewa
Paruh Waktu, platform digital yang menyediakan pekerjaan, menggandeng empat patner.

 

INDONESIA masih menjadi peringkat tertinggi kedua dalam jumlah pengangguran di Asia Tenggara. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tercatat 5,01% data penduduk di usia produktif menganggur alias tidak mempunyai pekerjaan atau berarti ada sekitar 6,82 juta orang.

Berdasarkan tingkat pendidikan, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih menyumbang angka pengangguran tertinggi di antara tingkat pendidikan lain, yaitu sebesar 8,63%.

Jumlah tertinggi berikutnya terdapat pada tingkat Diploma I/II/III yang mencapai 6,89%.

Dengan kata lain, ada penawaran tenaga kerja tidak terserap terutama pada tingkat pendidikan SMK dan Diploma I/II/III.

BPS menyatakan, mereka yang berpendidikan rendah cenderung mau menerima pekerjaan apa saja, dapat dilihat dari tingkat pengangguran terbuka (TPT) SD (sekolah dasar) ke bawah paling kecil di antara semua tingkat pendidikan yaitu sebesar 2,65%.

Untuk menurunkan angka pengangguran tersebut, pemerintah mengambil langkah dengan fokus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di semua sector di antaranya  sektor kesehatan, sektor industri, dan sektor infrastruktur.

Elga Yulwardian, CEO & Co-founder Ivosights mengatakan,“PT Ivonesia Solusi Data juga tergerak untuk ikut mendukung program pemerintah tersebut dalam membantu mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia dan meningkatkan kualitas SDM.”

“Kami menciptakan produk berinovasi yang diberi nama 'Paruh Waktu', dengan produk ini kami cukup yakin dapat menjadi salah satu solusi dari permasalahan tersebut,” papar Elga di Jakarta. Selasa (12/11).

Paruh Waktu merupakan pengembangan dari produk yang sebelumnya sudah terlebih dahulu diluncurkan Ivosights, yaitu Sociomile, karena pada dasarnya produk ini menggunakan engine Sociomile yang disempurnakan.

Namun perbedaannya adalah Paruh Waktu menjadi platform yang memberikan kesempatan pada siapa pun yang mempunyai waktu luang menghasilkan pendapatan dengan menjadi customer service agent profesional, sesuai dengan tagline dari Paruh Waktu yaitu ‘Waktu Luang Bisa Jadi Uang’.

Para calon pekerja hanya memerlukan gadget yang mendukung dan tentunya juga terhubung dengan koneksi internet yang baik, namun selain itu dibutuhkan juga komitmen dan semangat untuk berusaha dan berkembang dari mereka.

Dari segi waktu, kami membuatnya sefleksibel mungkin agar para agen bisa mengatur waktunya untuk keperluan lain. Oleh karena itu, Paruh Waktu ini salah satunya juga cocok untuk ibu rumah tangga yang ingin menambah penghasilan dalam rangka membantu perekonomian suami.

Untuk itu, Elga menggandeng beberapa partner untuk bekerja sama dalam menyukseskan program ini dalam hal merekrut agen-agen yang berkompeten. Partner tersebut adalah NusaTalent, Cewequat, Syncore, dan PT. Bahtera Pesat Lintasbuana.

“Dengan kerja sama kesepakatan ini kami mentargetkan dapat menyerap 30 ribu agen dalam jangka waktu 12 bulan dan 60 ribu agen di tahun kedua,” jelas Elga.

Berdasarkan data dari masing-masing partner, saat ini NusaTalent mempunyai sekitar 20 ribu anak muda yang siap kerja, Syncore memiliki salah satu badan usaha yg dikenal dengan BUMDes dengan 18.446 desa yang siap berpartisipasi, sedangkan dari Cewequat dan PT. Bahtera Pesat Lintasbuana masing-masing siap dengan sekitar 9.000 dan 4000  SDM-nya yang berkompeten. (OL-09)

Baca Juga

Istimewa

Polri Ajak Humas Pemerintah Kerjasama Konter Isu Negatif

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 19:00 WIB
POLRI mengajak jajaran humas instansi pemerintah yang tergabung dalam Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) untuk turut serta...
MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI

Sepekan PSBB, Pergerakan Orang Mulai Meningkat

👤Astri Novaria 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 18:51 WIB
Pengamat Bidang Ekonomi The Indonesian Institute M. Rifki Fadilah mengatakan sepekan setelah PSBB Transisi di Jakarta terjadi peningkatan...
MI/Indrastuti

Ini Kata Pakar Tentang Impostor Syndrome

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 18:25 WIB
Impostor syndrome merupakan kondisi di mana seseorang tidak mampu menerima dan menginternalisasi keberhasilan yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya