Selasa 12 November 2019, 12:48 WIB

Demonstrasi Hong Kong Kian Memanas, Transportasi Terganggu

Melalusa Susthira K | Internasional
Demonstrasi Hong Kong Kian Memanas, Transportasi Terganggu

AFP/Anthony Wallace
Para pekerja kantoran bergabung dengan para demonstran prodemokrasi di pusat Kota Hong Kong, Selasa (12/11).

 

PARA demonstran Hong Kong kembali turun ke jalan dan menyasar jaringan transportasi Kota Hong Kong pada Selasa (12/11).

Kekerasan di Hong Kong meningkat saat polisi menembak seorang demonstran dan seorang pria lainnya dibakar setelah terlibat perseteruan dengan para demonstran sehari sebelumnya.

Kelompok kecil demonstran memblokade jalan-jalan Hong Kong, melemparkan benda-benda ke arah lintasan kereta api dan merintangi kereta bawah tanah.

Tak hanya itu, demonstran juga kembali terlibat bentrok dengan polisi antihuru hara dan membuat kekacauan baru pada jam-jam sibuk di pagi hari kota semi-otonom tersebut.

Selain itu, gedung universitas juga menjadi titik nyala kericuhan manakala polisi menembakkan gas air mata ke arah para demonstran yang memblokade jalan menuju the Chinese University of Hong Kong (CUHK).

Adapun di luar the University of Hong Kong, demonstran bertopeng memblokir jalan utama dengan menjatuhkan benda-benda dari atas jembatan penyebrangan.

Sepanjang malam, para mahasiswa di sana terlibat bentrok dengan polisi setelah aparat polisi melakukan penangkapan di luar asrama universitas tersebut.

Sementara itu, di sekitar Hong Kong Polytechnic University bentrokan meletus ketika polisi berusaha menangkap seorang mahasiswi. Seorang mahasiswa mengaku dipukuli polisi ketika dia berusaha menengahi bentrokan.

"Para petugas arogan dan tidak terkendali. Mereka mengatakan saya agresif dan menghalangi kerja mereka, kemudian enam sampai tujuh polisi menyeret saya keluar dan melayangkan pukulan dan tendangan," ujar perwakilan BEM Hong Kong Polytechnic University, Owan Li, kepada AFP.

Sebelumnya pada Senin (11/11), aparat polisi bergulat dengan seorang demonstran di sebuah jalan yang diblokade para demonstran.

Polisi tersebut kemudian menembakkan peluru tajam ke arah seorang demonstran lain yang berusaha mendekat perkelahian tersebut.

Pada hari yang sama, seseorang yang memakai topeng dilaporkan telah menyiram seorang pria dengan bensin lalu membakarnya akibat pertengkaran antara mereka berdua.

Kejadian mengerikan itu terekam kamera telepon dan tersebar luas di media sosial. Polisi menuding serangan itu dilakukan para demonstran pro-demokrasi Hong Kong.

Pihak berwenang rumah sakit menuturkan, baik pria yang dibakar maupun demonstran muda yang ditembak tersebut berada dalam kondisi kritis pada Selasa (12/11) hari ini.

Adapun pada Senin (4/11), seorang mahasiswa tewas dalam aksi demonstrasi. Mahasiswa tersebut tewas akibat terjatuh dari gedung parkir di Tseung Kwan O, ketika bentrokan terjadi saat polisi melakukan operasi pembubaran demonstran dengan gas air mata.

Kematian pemuda tersebut menjadi kematian pertama sejak demonstrasi meletus pada Juni lalu.

Demonstrasi di Hong Kong yang telah berlangsung selama enam bulan kian hari semakin keras. Demonstrasi yang mengguncang Hong Kong selama enam bulan tersebut, pertama kali dipicu RUU ekstradisi ke Tiongkok daratan yang telah ditangguhkan. Protes kemudian berkembang meluas menjadi seruan untuk pemilihan umum yang bebas dan pengurangan intervensi Tiongkok. (AFP/Uca/OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More