Selasa 12 November 2019, 12:00 WIB

Waspadai Hog Cholera, Petugas Vaksin Ribuan Babi Ternak di Flotim

Ferdinandus Rabu | Nusantara
Waspadai Hog Cholera, Petugas Vaksin Ribuan Babi Ternak di Flotim

ANTARA FOTO/Septianda Perdana
Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut mengamati bangkai babi yang dibuang pemiliknya di Danau Siombak, Medan

 

PETUGAS peternakan di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur, meningkatkan pantauan juga pemberian vaksin terhadap ternak babi yang tersebar di wilayah tersebut. Hal ini dilakukan guna mewaspadai penyakit Hog Cholera atau kolera yang menyerang babi.

Tahun 2019, lebih dari 7.000 babi ternak telah divaksin, petugas pun terus meningkatkan pengawasaan dan pantauan terhadap lalu lintas ternak di daerah ini.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian Flotim drh Simon Nani mengakui petugas telah menyiapkan ribuan dosis untuk vaksinasi demi mencegah menularnya penyakit kolera pada babi. Petugas juga terus mengimbau agar warga bersama-sama menjaga kesehatan hewan dan melakukan pendataan terhadap ternak babi yang ada untuk dikontrol secara rutin.

"Waspada terhadap hog cholera ini, kita telah menyiapkan 10.000 dosis untuk melakukan vaksinasi atau imunisasi terhadap ternak babi. Sekitar 7.300 ternak babi sudah divaksin saat ini, sehingga masih ada stok dosis yang terus diberikan petugas untuk mencegah penyakit hog cholera tersebut," tutur Simon.

Menurut Simon, sebagai salah satu daerah peternak babi terbesar di NTT, petugas melakukan pemetaan terhadap kantong-kantong penyakit terutama di daerah-daerah yang memiliki populasi ternak babi cukup tinggi termasuk lalu lintas ternak yang harus selalu diawasi.

"Berdasarkan pantauan kami beberapa tahun terakhir hingga tahun ini, daerah-daerah dengan populasi ternak tinggi yang berpotensi untuk kasus hog cholera adalah Kecamatan Larantuka, Kecamatan Wulanggitang, Kecamatan Adonara Tengah, Kecamatan Adonara Timur dan di Kecamatan Solor Barat. Sehingga untuk daerah-daerah tersebut kami mengimbau warga untuk memperhatikan kesehatan hewannya dan teliti menjamin kesehatan hewan saat melakukan transaksi lalu lintas ternak," ungkapnya.

Baca juga: Kemenkes: Kolera Babi tidak Menular ke Manusia

Simon mengungkapkan ada penurunan kematian ternak babi akibat hog cholera di tahun ini, karena belum ada laporan. Tahun 2018, sekitar 1.000 babi mati akibat hog cholera.

"Kontrol dan pemberian vaksin terus kami tingkatkan untuk menghindari kasus kematian babi akibat hog cholera pada tahun ini," lanjut Simon.

Simon menambahkan pemerintah juga telah menyiapkan pos kesehatan hewan dengan 9 pos yang tersebar di Flotim daratan, 3 pos kesehatan hewan di Pulau Adonara dan satu pos kesehatan hewan di Pulau Solor. Ia berharap masyarakat secara sadar dan cepat melaporkan pada pos kesehatan hewan terdekat jika mengetahui ada tanda-tanda hog cholera, sehingga tidak menyebar.

Hog cholera merupakan salah satu penyakit yang mematikan.(OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More