Selasa 12 November 2019, 11:08 WIB

Konservasi Bekantan Tapin Selamat Dari Karhutla

Denny Susanto | Nusantara
Konservasi Bekantan Tapin Selamat Dari  Karhutla

MI/Denny Susetyo
Pemkab Tapin bersama PT Antang Gunung Meratus,membangunan kawasan konservasi di hutan rawa gelam untuk menyelamat bekantan.

 

PIHAK pengelola kawasan Ekowisata Bekantan Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan mengklaim berhasil menyelamatkan kawasan hutan gambut seluas 90 hektar tersebut dari kebakaran saat kemarau dalam beberapa tahun terakhir. Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalsel sepanjang 2019 mencapai 6.800 hektar. Hal ini dikemukakan Timbul Raharjo, Officer Ekowisata Bekantan Kabupaten Tapin, Selasa (12/11).

"Sejak empat tahun terakhir kawasan konservasi bekantan yang merupakan areal rawa gelam dan gambut ini berhasil kita selamatkan dari kebakaran," ungkapnya.

Keberhasilan ini tak lepas dari kerja keras unit rescue yang bekerja 24 jam selama musim kemarau.

"Kita memiliki unit rescue yang bertugas mencegah terjadinya kebakaran selama musim kemarau. Di samping itu kawasan Ekowisata Bekantan ini dikelilingi sekat bakar dan adanya kanal-kanal yang menjadi sumber air untuk kegiatan penanganan kebakaran," ujarnya.

Padahal kawasan ini dulunya adalah kawasan yang rawan terbakar setiap tahunnya. Kebakaran hebat pernah terjadi pada 2015 yang menghanguskan sebagian besar kawasan hutan gelam. Dan menyebabkan hilangnya hewan khas hutan gelam bekantan serta rusak ekosistem kawasan tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapin, Muhammad Zain mengakui kawasan hutan gelam atau lahan gambut di Desa Lawahan tersebut rawan terbakar.

"Hingga kini wilayah Desa Lawahan dan sekitarnya tersebut menjadi lokasi rawan terbakar, namun kawasan konservasi ini berhasil
diselamatkan," ujarnya.

Kawasan ekowisata dan konservasi bekantan ini dibangun Pemkab Tapin bersama PT Antang Gunung Meratus sejak 2012 guna menyelamatkan habitat bekantan dan ekosistem lahan gambut akibat kebakaran. Kini kawasan ini disebut sudah pulih mencapai 70 persen dan sudah menjadi salah satu obyek wisata daerah setempat.
           
Sementara BPBD Kalsel mencatat luas karhutla di Kalsel sepanjang 2019 mencapai hampir 6.800 hektar atau mendekati luas karhutla pada 2015 lalu seluas 7.138 hektar. Tercatat sekitar 300 hektar kebakaran terjadi di kawasan hutan dan 2.600 hektar di antaranya adalah lahan gambut.

baca juga: Jelang Natal, Pemkot Samarinda Beli Bawang di Brebes

Pantauan Media Indonesia, hingga kini kebakaran di kawasan lahan gambut sekitar bandara Syamsuddin Noor masih terjadi meski tidak separah pekan-pekan sebelumnya. Demikian juga kebakaran di areal pertanian akibat kegiatan pembersihan lahan dan persiapan musim tanam oleh petani masih terjadi. Sedangkan status darurat siaga bencana karhutla Kalsel sudah dicabut seiring dengan pembentukan Satgas Bencana Banjir guna menghadapi ancaman bencana saat tibanya musim penghujan. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More