Selasa 12 November 2019, 10:30 WIB

AS Desak Irak Percepat Gelar Pemilu

Antara | Internasional
AS Desak Irak Percepat Gelar Pemilu

AFP/SABAH ARAR
Aksi demonstrasi di Baghdad, Irak.

 

AMERIKA Serikat (AS) mendesak Pemerintah Irak mereformasi sistem pemilihan dan menggelar pemilihan umum dini.    

AS juga mendesak Irak berhenti menggunakan kekerasan terhadap para pengunjuk rasa.    

Desakan itu dikeluarkan setelah kerusuhan berlangsung di Irak berminggu-minggu dan telah menewaskan hampir 300 demonstran.    

Demonstrasi, yang mulai berlangsung pada 1 Oktober, pada awalnya memusatkan agenda protes pada lapangan pekerjaan dan layanan yang kurang bagi masyarakat.    

Namun, demonstrasi kemudian dengan cepat berubah ke arah pengecaman terhadap sistem pembagian kekuasaan pada pemerintahan, yang mulai diterapkan pada 2003.

Baca juga: Turki Tangkap Istri Baghdadi di Suriah

Aksi protes juga ditujukan pada para elite politik, yang dituding mendapat keuntungan dari sistem tersebut.   

Pasukan keamanan telah menggunakan peluru tajam, gas air mata, dan granat kejut terhadap para demonstran, yang sebagian besar adalah anak muda dan tidak bersenjata. Tindakan pasukan tersebut telah menewaskan lebih dari 280 orang.    

"Amerika Serikat bergabung dengan Misi Bantuan PBB untuk Irak dalam mendesak Pemerintah Irak agar menghentikan kekerasan terhadap para pengunjuk rasa serta memenuhi janji Presiden Salih untuk melakukan reformasi pemilihan dan mengadakan pemilu dini," kata juru bicara Gedung Putih dalam pernyataan yang disebarkan oleh Kedutaan Besar AS di Baghdad, Senin (11/11).    

Para pemimpin Irak, Minggu (10/11), setuju reformasi pemilihan harus memberi kesempatan lebih banyak kepada kalangan pemuda untuk berpartisipasi dalam politik.

Reformasi itu juga harus mendobrak monopoli kekuasaan partai-partai politik, yang telah mendominasi berbagai lembaga negara sejak 2003, menurut laporan media negara.    

Kerusuhan itu, yang terburuk dalam dua tahun terakhir ini, merupakan salah satu tantangan terbesar dan paling sulit yang dihadapi elite penguasa saat ini sejak mereka memangku kekuasaan setelah invasi AS dan penggulingan Saddam Hussein pada 2003. (OL-2)

Baca Juga

DOK NU Online

Mufti Damaskus Adnan al-Afyouni Dekat dengan Indonesia

👤Wisnu AS 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 21:00 WIB
Syekh Adnan al-Afyouni pernah mengunjungi Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, pertengahan...
AFP/Souleiman

Suriah Hargai Belasungkawa Indonesia atas Tewasnya Mufti Damaskus

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 20:45 WIB
Syekh Al-Afyouni disebutkan sebagai sosok yang membela hak para ulama dalam menghadapi terorisme dan...
AFP/Bartosz Siedlik

Presiden Polandia Dinyatakan Positif Korona

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 19:23 WIB
Meskipun tidak jelas waktu awal terinfeksi, dia sempat menghadiri forum investasi di Tallinn pada...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya