Selasa 12 November 2019, 09:30 WIB

Metro TV Siapkan Siaran Analog dan Digital Bersamaan

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Metro TV Siapkan Siaran Analog dan Digital Bersamaan

MI/PIUS ERLANGGA
Direktur Pemberitaan Metro TV, Don Bosco Selamun.

 

METRO TV dan Transmedia menyatakan siap dalam pelaksanaan penyiaran simulcast. Siaran dengan penyajian analog dan digital secara bersamaan ini dalam rangka persiapan migrasi sistem penyiaran televisi.

Direktur Pemberitaan Metro TV, Don Bosco Selamun, mengatakan persiapan peralihan sudah dimulai 10 tahun lalu. Bahkan, dia menyebut pihaknya dan Transmedia telah melakukan uji coba.

"Pemerintah ingin melanjutkan upaya memulai siaran uji coba. Dan itu dipercayakan pada Transmedia dan Metro TV. Dan pada waktu itu, skala uji cobanya dapat dilakukan," kata Don Bosco.

Menurutnya, pemberlakuan simulcast maupun penyiaran TV digital secara penuh di Indonesia tak perlu diragukan lagi. Saat ini kedua belah pihak tinggal menunggu rancangan undang-undang penyiaran baru.

"Maka ini waktu yang tepat untuk mengukuhkan komitmen menjalankan TV digital. Baik Metro TV maupun Transmedia punya komitmen, dan sudah melewati proses investasi infrastruktur guna menjalankan TV digital ini," jelas dia.

Dia memastikan pihaknya dan Transmedia tak akan mundur. Dia ingin masyarakat mendapatkan kualitas yang lebih baik dalam menikmati siaran televisi. "Saat yang tepat untuk masyarakat menikmati siaran yang lebih baik, kualitas yang baik. Baik secara teknis maupun konten. Ini baik untuk kita teruskan. Paling tidak, dua grup ini sudah siap menyalakan ini."

Menurut Komisaris Transmedia, Ishadi, undang-undang lama sudah harus diperbarui. Dia menyebut undang-undang penyiaran sudah 17 tahun tak dipugar.

"Sudah ada perubahan yang sangat signifikan di dunia penyiaran. Perubahan signifikan itu sudah diawali ITU (International Televisi Union) sedunia pada 2006, sekarang sudah 2019," kata Ishadi.

Dengan begitu, menurut Ishadi, sudah seharusnya pula siaran di Indonesia beralih dari analog ke digital. Atau yang disebut analog switch off (ASO).

"Ini menjadi penting karena ITU sudah menetapkan analog switch off untuk anggota-anggotanya paling lambat 17 juni 2020. Berarti tahun depan," jelas dia.

Menurutnya, apabila Indonesia terlambat menyelesaikan masalah ini, penyiaran Indonesia akan tertinggal.

Revisi undang-undang diharapkan segera dilakukan untuk kemajuan penyiaran Indonesia. (Cah/Mal/Uta/P-1)

Baca Juga

MI/Bagus Suryo

Khofifah Larang Muslimat Dukung Paslon Dalam Pilkada

👤Bagus Suryo 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 16:00 WIB
PIMPINAN Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama melarang organisasi Muslimat digunakan untuk mendukung pasangan calon (paslon) dalam Pilkada...
Dok. MI/Rommy Pujianto

KPK Ingatkan Seli dari Daniel ke KSP sebagai Barang Milik Negara

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 14:45 WIB
KPK mengingatkan pemberian 15 unit sepeda lipat ke Kantor Staf Presiden (KSP) harus dicatat sebagai barang milik...
Antara/Mohammad Ayudha

Bawaslu Koreksi Data 2 Juta Pemilih dalam Pilkada 2020

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 14:44 WIB
Berdasarkan hasil pemetaan, terdapat data pemilih yang tidak memenuhi syarat. Seperti, meninggal dunia, berstatus di bawah umur,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya