Selasa 12 November 2019, 05:20 WIB

BWS Ungkit Nasib Petani Kopi

(OL/N-2) | Nusantara
BWS Ungkit Nasib Petani Kopi

Istimewa
Logo bank Woori

 

KEGIGIHAN para petani kopi di Kabupaten Tabanan, Bali, membuat manajemen PT Bank Woori Saudara (BWS) Indonesia 1906 sangat terkesan. Presiden Direktur PT BWS Choi Jung Hoon pun tidak segan turun sendiri untuk menemui mereka, kemarin.

Di Tabanan, Bank Woori menyalurkan dana tanggung jawab sosialnya kepada Koperasi Partha Manunggal. Bentuknya ialah program one village one product bekerja sama dengan Korea Trade-Investment Promotion Agency (Kotra).

Program CSR ini disalurkan dalam bentuk program pelatihan. PT Bank Woori mendatangkan pelatih ahli dari Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI). Mereka memberi pelatihan dan keterampilan kepada para petani kopi yang tergabung sebagai anggota koperasi tersebut.

"Pelatihan yang kami laksanakan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pengolahan kopi. Kami berharap mereka dapat menghasilkan produk kopi terbaik dalam negeri dan dapat dipasarkan secara luas," ungkap Choi Jung Hoon.

Selain program pelatihan, BWS juga menyalurkan dana CSR berupa mesin roasting kopi. Secara simbolis, Choi Jung Hoon menyerahkannya kepada pengurus koperasi.

"Indonesia merupakan eksportir kopi terbesar ketiga di dunia. Melalui program CSR ini, kami ingin mendukung petani kopi di wilayah Tabanan untuk terus meningkatkan produktivitas dan kualitas kopi sehingga hasil produksi mereka mampu menembus pasar mancanegara," lanjutnya.

Dengan lebih berdayanya petani koperasi, ia berharap dapat meningkatkan laju perekonomian di daerah. Dari petani kopi yang sejahtera bisa membawa kemajuan bagi masyarakat Tabanan secara luas.

"Kami ingin terus mendukung UKM di Kabupaten Tabanan, mendorong mereka berkembang dan secara bertahap menjadikan usaha mereka meningkat menjadi skala menengah, bahkan besar, memberi sumbangan bagi pertumbuhan ekonomi mikro di Indonesia," papar Choi Jung Hoon. (OL/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More