Selasa 12 November 2019, 05:10 WIB

RSUD Tulungagung Diakui Dunia

(BN/N-2) | Nusantara
RSUD Tulungagung Diakui Dunia

(Foto: HO/Tim Humas RSUD dr Iskak, Tulungagung)
perwakilan manajemen RSUD dr Iskak Tulungagung Sujianto berfoto dengan Presiden International Hospital Federation di Oman, Uni Emirat Arab.

 

BERANGKAT dari keprihatinan terhadap kesehatan dan pelayanan kesehatan di Tanah Air, Rumah Sakit Umum Daerah dr Iskak, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, terus berbenah.

"Kami berusaha melawan tingginya angka kematian usia muda karena serangan jantung, angka kematian ibu dan anak yang tinggi, juga jumlah kasus stunting yang tinggi," ujar Direksi RSUD dr Iskak, Supriyanto Dharmoredjo.

Di bawah kepemimpinan dokter spesialis bedah itu, rumah sakit melakukan berbagai inovasi, dengan melakukan efisiensi, efektivitas, akuntabilitas, dan berbagai inovasi perbaikan di semua lini. Semua upaya itu dilakukan tanpa mengorbankan indikator mutu capaian rumah sakit.

"Prinsip manajemen kami, seperti pepatah bahasa Jawa lolos ing selaning garu yang berarti 'tidak basah biarpun berjalan di tengah hujan dan tidak terluka walau berjalan di tengah hujan anak panah'," tambah Supriyanto, saat tiba di Tanah Air setelah menerima penghargaan dari Forum Congress and Award International Hospital Federation (IHF) ke-43 di Oman, 8 November.

Kerja keras itu membuahkan hasil. Sejumlah penghargaan diraih, dari tingkat lokal, regional, nasional, dan yang terkini dari dunia internasional.

Dalam Forum Congress and Award International Hospital Federation di Oman, RSUD dr Iskak meraih Gold Award, penghargaan tertinggi rumah sakit dunia. Mereka mengalahkan rumah sakit di negara maju, Amerika, dan Eropa.

Supriyanto juga dinobatkan sebagai direktur rumah sakit terbaik di dunia. "Kami bangga, karena berangkat dari rumah sakit tipe B pendidikan, rumah sakit rujukan regional yang berada di pesisir selatan Jawa Timur, RSUD dr Iskak menjadi yang terbaik dan diakui dunia," tandasnya.

Kiat Supriyanto ialah memadukan konsep baru manajemen rumah sakit, sistem pusat keselamatan masyarakat dan pelayanan berbasis teknologi informasi tingkat tinggi. Karakter dalam konsep baru itu ialah biaya murah, berkualitas, dan menerapkan tanggung jawab sosial.

"Dengan sistem itu, kami mampu menggelar pelayanan kesehatan gratis, tidak punya utang jasa medis, meski tidak pernah mendapat dana pembinaan DAK Kementerian Kesehatan." (BN/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More