Senin 11 November 2019, 21:30 WIB

Pemprov DKI Targetkan Revitalisasi Rusunawa pada 2021

Tri Subarkah | Megapolitan
Pemprov DKI Targetkan Revitalisasi Rusunawa pada 2021

MI/ BARY FATHAHILAH
Warga beraktifitas di Rusunawa KS Tubun yang sudah siap huni di Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat

 

UNTUK mewujudkan hunian yang nyaman bagi warganya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan revitalisasi terhadap beberapa rumah susun sederhana sewa (rusunawa).

Setidaknya ada tiga rusunawa yang saat ini sedang dipugar, yakni Rusunawa Penjaringan di Jakarta Utara, Rusunawa Karang Anyar di Jakarta Pusat, dan Rusunawa Cipinang Besar Utara (Cibesut) di Jakarta Timur.

Untuk Rusunawa Penjaringan sendiri saat ini sudah berdiri dua menara sejak 2018. Pelaksana Tugas Kepala Satuan Pelayanan Rusunawa Penjaringan, Franky Pakpahan, menyebut total hunian dalam kedua tower itu berjumlah 420 unit.

Sementara itu, di sebelah dua menara tersebut proses revitalisasi masih pada tahap pembebasan lahan.

"Akan jadi empat tower, kalau nggak salah lebih dari 18 lantai. Luas area kurang lebih 5 hektare yang dibongkar," kata Franky saat ditemui di lokasi, Senin (11/11).

Sementara itu, Kepala Bidang Pembangunan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta, Triyanto, mengatakan bahwa revitalisasi ketiga rusunawa tersebut rampung pada 2021.

Triyanto mengatakan bahwa rusunawa Karang Anyar akan memiliki dua menara setinggi 16 lantai yang terdiri dari 421 unit. Sedangkan rusuna Cibesut akan memiliki satu menara setinggi 17 lantai yang terdiri atas 256 unit.


Baca juga: 118 Bidang Tanah Batal Dibebaskan, Proyek Ciliwung Terancam Setop


Sementara itu, untuk ukuran rumah di ketiga rusunwa itu adalah sama, yakni 36 meter persegi dengan dua kamar tidur, satu kamar mandi, dan dapur.

Kedua menara rusunawa Penjaringan yang sudah rampung diprioritaskan untuk warga lama. Harga biaya sewa bagi penghuni lama adalah Rp505 ribu per bulan, belum termasuk air dan listrik. Sementara itu, untuk warga baru harus membayar Rp765 ribu per bulan, belum termasuk air dan listrik.

Sedangkan untuk kedua rusunawa lain, Triyono belum dapat memastikan harga sewanya.

"Harganya nanti setelah jadi, baru ditetapkan dengan SK (Surat Keputusan) Gubernur. Rusun Karang Anyar diprioritaskan untuk penghuni lama sedangkan Rusun Cipinang Besar Utara belum ditetapkan untuk warga siapa," kata Triyono melalui keterangan tertulis kepada Media Indonesia pada Senin (11/11).

Saat ini, pihak pemprov belum berencana untuk merevitalisasi rusunawa lain.

"Untuk saat ini belum ada program lagi mana-mana yang akan direvitalisasi. Revitalisasi butuh waktu, karena sosialisasi ke penghuni tidak mudah," pungkas Triyono. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More