Selasa 12 November 2019, 01:40 WIB

Komisi D Pertanyakan Anggaran Revitalisasi Trotoar

Komisi D Pertanyakan Anggaran Revitalisasi Trotoar

MI/Bary Fathahilah
Revitalisasi trotoar

 

KETUA Komisi D DPRD DKI dari Fraksi PDI Perjuangan, Ida Mahmudah mempertanyakan program Dinas Bina Marga terkait revitalisasi trotoar yang mencapai Rp1,2 triliun. Ida pun mengungkapkan trotoar Danau Sunter, Jakarta Utara yang disalahgunakan oleh pedagang kaki lima (PKL) dan oknum lainnya.

"Di sepanjang trotoar Danau Sunter memang bagus. Tapi bapak boleh liat sendiri di trotoar Sunter itu, hampir semua kursi ada orang pacaran. Ada yang memakai hijab. PKL juga banyak di sana kalau malam hari. Bahkan ada yang menjual diri. Konsep pejalan kaki yang ramah itu seperti apa, saya enggak lihat itu," tanya Ida saat rapat kerja Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran 2020 di Gedung DPRD, Jakarta, Senin (11/11).

Kepala Dinas Bina Marga, Hari Nugroho menjawab bahwa pihaknya hanya menyediakan fasilitas trotoar. "Untuk pengawasan, kita akan berkoordinasi Satpol PP dan wali kota setempat. Jadi, ke depan harus ada kerja sama dan sinergi dengan mereka," kata Hari.

Ida juga mengatakan revitalisasi trotoar menambah kemacetan Ibu Kota. "Saya 10 tahun lebih jalan dari Sunter ke Kebon Sirih. Saya selalu lewat di depan RS Gatot Subroto hampir tiap hari. Tidak pernah dalam sejarah selama 10 tahun ini macetnya sampai di ujung depan Senen. Ini apa dampak bangunnya atau apa. Karena ini kan jalan dipersempit. Tambah macet. Kalau saya bilang konsep pak Gubernur bikin trotoar ini bikin tambah macet," ungkapnya.

Menurut anggota DPRD dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, Matnoor Tindoan, pelebaran trotoar di kawasan Cikini malah membuat macet.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menampik bahwa program revitalisasi trotoar membuat ruas jalan semakin macet. Menurut Anies, bertambahnya kendaraan seperti sepeda motor dan mobil menjadi penyebab kemacetan di Jakarta.

"Setahu saya yang bikin macet itu mobil dan motor, bukan trotoar ya. Sesungguhnya panjang jalan di Jakarta tidak berubah. Panjang jalan di Jakarta itu segitu. Jumlah kendaraan bermotornya yang meningkat banyak," ujar Anies di Gedung Balai Kota, Jakarta, Senin (11/11).

Komisi D belum menyetujui usulan anggaran trotoar, sebab kata Ima, pihaknya akan meninjau langsung trotoar yang sedang dilebarkan. (Ins/Ssr/J-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More