Senin 11 November 2019, 20:50 WIB

Palsukan Surat Keterangan Lulus, Pelawak Qomar Divonis 1,5 Tahun

Supardji Rasban | Nusantara
Palsukan Surat Keterangan Lulus, Pelawak Qomar Divonis 1,5 Tahun

MI/Supardji Rasban
Gunakan Surat Keterangan Palsu Pelawak Qomar Divonis 1,5 Tahun

 

PELAWAK Nurul Qomar, 59, divonis 1,5 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Brebes, Jawa Tengah, Senin (11/11). Pelawak senior tersebut terbukti secara sah dan meyakinkan memalsukan surat keterangan lulus.

Qomar menggunakan surat keterangan lulus palsu program doktoral dan pascasarjana untuk pencalonannya sebagai Rektor Universitas Muhadi Setiabudi (Umus) pada 2016 lalu.

Majelis Hakim PN Brebes yang diketuai Sri Sulastri menjatuhkan vonis 1,5 tahun penjara kepada terdakwa Qomar, karena terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana pemalsuan surat keterangan lulus.

Sebelumnya, Qomar dilaporkan oleh Ketua Yayasan Umus Brebes, Muhadi Setiabudi, karena menggunakan surat keterangan lulus palsu tersebut saat pencalonannya menjadi rektor.

Belakangan diketahui surat keterangan lulus tersebut palsu setelah pihak kampus mengonfirmasi surat tersebut ke Universitas Negeri Jakarta tempat Qomar menempuh program doktoral. Merasa dirugikan, Qomar dilaporkan ke polisi hingga menjalani persidangan meski tidak ditahan karena alasan kesehatan.

Majelis hakim sependapat dengan tutuntan jaksa penuntut umum meski berbeda saat menjatuhkan vonis karena sejumlah hal yang meringankan.


Baca juga: Polisi Periksa Tiga Siswa SMP Pekanbaru Pelaku Perundungan


"Karena terdakwa memiliki tanggungan keluarga dan sudah berusia lanjut," ujar Sri Sulastri.

Usai divonis, Qomar bersama tim penasihat hukum sepakat untuk mengajukan banding atas vonis hakim. Suasana haru pecah usai pembacaan vonis, sejumlah sahabat termasuk sejumlah pelawak serta istri Qomar saling berpelukan dan menangis haru.

"Saya menghormati vonis hakim meski tak pernah memalsukan surat keterangan lulus. Saya bersyukur selama proses banding masih bisa melakukan aktivitas normal seperti mengisi pengajian melawak dan syuting sinetron," ucap Qomar.

Menanggapi vonis ringan yang dijatuhkan kepada Qomar, Muhadi sebagai pelapor mengaku tidak puas atas putusan hakim yang lebih ringan dari jaksa penuntut umum.

"Kami merasa dirugikan atas kasus pemalsuan surat tersebut tapi tetap menghormati vonis hakim," ujar Muhadi.

Vonis Majelis Hakim PN Brebes tersebut lebih ringan ketimbang tuntutan jaksa penuntut umum yang menuntut Qomar 3 tahun penjara. (OL-1)

 

Baca Juga

MI/Akhmad Safuan

Blora Tambah Ruang Karantina dan Siapkan Anggaran Rp16 Miliar

👤Akhmad Safuan 🕔Senin 30 Maret 2020, 08:04 WIB
Proyek-proyek yang dibiayai DAK dan pusat dialihkan untuk anggaran tanggap korona, yang nilainya kurang lebih Rp16...
MI/Supardji Rasban

Legislator Minta Walkot Tegal Harus Buka Pagar Beton di Jalan

👤Supardji Rasban 🕔Senin 30 Maret 2020, 07:58 WIB
Anggota DPR RI Daerah Pemilihan/Dapil IX Jawa Tengah, Dewi Aryani. menyarankan agar Wali Kota Tegal melakukkan isolasi di wilayah...
ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

Gubernur Khofifah Imbu Perantau dari Jatim Menunda Mudik

👤Antara 🕔Senin 30 Maret 2020, 06:46 WIB
Berdasarkan data, total ada 90 orang di Jatim terkonfirmasi positif terinfeksi virus korona bertambah 13 orang dari sehari sebelumnya yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya