Senin 11 November 2019, 20:30 WIB

PKL Pasar Senen akan Direlokasi

Tri Subarkah | Megapolitan
PKL Pasar Senen akan Direlokasi

MI/Tri Subarkah
PKL Pasar Senen

 

SEJAK beberapa tahun terakhir, anak muda ibu kota gandrung dengan fenomena thrift shopping atau berburu sandang bekas. Di Jakarta sendiri, lokasi termahsyur untuk thrifting--begitu sebutannya--yakni Pasar Senen.

Sayangnya pada Januari 2017, kebakaran hebat menghanguskan bangunan Pasar Senen, membuat para pedagang kehilangan lapak berjualan. Tak mau kehilangan akal, mereka lantas memanfaatkan trotoar dan bahkan bahu jalan untuk berjualan di bekas lokasi Pasar Senen yang sekarang kondisinya rata dengan tanah.

Beragam jenis sandang bekas dapat ditemui di sini. Celana, kaos, kemeja, dress, blouse, jaket, dompet, kaos kaki, bahkan setelan jas lengkap.

Migrasi para pedangang dari dalam pasar ke trotoar tak lantas menghilangkan daya beli masyarakat. Pembeli juga tidak peduli apakah keberadaan PKL dan kenyataan bahwa mereka berbelanja di trotoar atau di bahu jalan mengganggu pengendara lain. Setidaknya itu lah yang ada dibenak Ridwan, 24, saat ditemui Media Indonesia di lokasi pada Senin (11/11).

"Nggak masalah sih, sama sekali nggak masalah awul-awulan beli barang second di pinggir jalan, asal jangan di tengah jalan aja sih," katanya sambil berkelakar.

"Yang saya liat pun selama ini nggak yang crowded-crowded pisan sih, karena udah dijaga sama Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) juga. Lalu lintasnya juga pasti udah diatur lah sama mereka. Kalaupun ini ngeganggu pasti nggak akan di sini lagi. Itu aja sih," bubuh Ridwan.

Wacana pemanfaatan trotoar untuk para PKL sedang digodok oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Gubernur Anies Baswedan sendiri sedang mencari celah hukum agar para PKL dapat berjualan di trotoar. Sementara itu, Satpol PP yang bergaja di sekitar lokasi juga tidak banyak bertindak.

 

Baca juga: Polisi Bekasi Tangkap Pencuri Bermodus Ganjal ATM


Kepala Satpol PP Kecamatan Senen, E Sunaryo, mengatakan pihaknya hanya mampu melakukan penjagaan dan meminimalisasi lalu lintas agar para PKL tidak sampai mengokupasi jalanan. Penjagaan dilakukan sejak pukul 8 pagi hingga 9 malam.

Berdasarkan pendataan awal, kata Sunaryo, jumlah para PKL di kasawan Pasar Senen berjumlah 138. Saat ini, berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait sedang berkoordinasi untuk mencari solusi bagi para PKL di sana.

"Insya Allah pada pertemuan yang akan diadakan bisa mengakomodir mereka semua. Renacanya mungkin akan diadakan minggu depan," papar Sunaryo.

Hal tersebut juga diamini oleh Arifin, Kepala Satpol PP DKI Jakarta. Ia menegaskan bahwa keberadaan PKL di Pasar Senen hanya bersifat sementara. "Keberadaan mereka di sana hanya bersifat sementara waktu. Dalam waktu dekat akan segera dicarikan solusi untuk merelokasi para pedagang," kata Arifin kepada Media Indonesia melalui keterangan tertulis.

Menurut Sunaryo, para PKL tersebut rencananya akan direlokasi ke dua pasar yang berada di kawasan Senen, yakni Pasar Paseban dan Pasar Kenari. Namun harus dilakukan pembenahan dan dilakukan sosialisasi kepada para PKL.

Relokasi PKL ke pasar lain sebenarnya bukan hal baru. Menurut penuturan salah satu pedagang yang tidak mau disebutkan namanya, ia pernah dipindah ke Pasar Kenari.

"Dulu pernah dipindah ke Pasar Kenari. Ya nggak laku," ungkapnya.

Alasan tidak laku akhirnya membuat ia dan rekannya balik lagi mengokupasi trotoar kawasan Pasar Senen. Biar bagaimana pun, katanya, orang-orang akan kembali ke Senen kalau mencari sandang bekas. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More