Senin 11 November 2019, 19:30 WIB

HUT Ke-55, Universitas Jember Luncurkan Produk Pengganti Beras

Usman Afandi | Humaniora
HUT Ke-55, Universitas Jember Luncurkan Produk Pengganti Beras

ANTARA/HO- Humas Unej.
Rektor Universitas Jember Moh Hasan memotong tumpeng yang dibuat dari singkong disawut menjadi beras (singsaras) saat Dies Natalis ke-55Unej

 

LEMBAGA Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Jember, kembali meluncurkan inovasi baru, yaitu penganti beras tanpa teknologi tinggi.

Menurut Prof Achmad Subagio, Ketua LP2M Universitas Jember, produk penganti beras ini dinamakan Sinsaras yang merupakan singkatan dari singkong disawut sebagai beras.

Selain itu, produk Singsaras ini diolah dengan proses yang sangat sederhana tanpa bantuan teknologi tinggi, serta ramah lingkungan. Sehingga produk ini nantinya dapat digunakan setiap orang dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari tanpa mengantungkan beras.

"Pengelolahan Singsaras ini sangat mudah, dimulai dengan pemilihan singkong yang baik dari varietas manis dengan HCN rendah, pengupasan, pencucian, pembuatan sawut, perendaman untuk menghilangkan tapioka yang dari luar, pemerasan, perendaman dengan bumbu yang sesuai. Cara masaknya juga sederhana, dapat dengan campur beras dengan perbandingan satu banding satu dan dimasak dengan mengunakan rice cooker," kata Subagio, usai acara Dies Natalis Ke-55 Universitas Jember, Minggu (10/11).


Baca juga: Kemenkes Didorong Terbitkan Regulasi Rokok Elektrik


Subagio berharap, melalui inovasi baru ini, kemunculan Singsaras dapat menurunkan konsumsi beras di Indonesia yang cukup tinggi, yakni 114,6 kilogram per kapita per tahun.

Sementara itu, Rektor Universitas Jember, Moh Hasan, mengapresiasi, inovasi yang dilakukan oleh LP2M Univesritas Jember. Ia pun mengajak kepada keluarga besar Universitas Jember untuk meneguhkan tekad sebagai kawah candradimuka anak bangsa dalam mendalami ilmu, serta mengembangkan pengetahuan dan teknologi.

"Momen ulang tahun kita bertepatan dengan peringatan hari pahlawan, dan ini hendaknya dimaknai sebagai dorongan bagi segenap keluarga besar Universitas Jember untuk menjadi pahlawan-pahlawan pendidikan sesuai porsi dan fungsinya masing-masing. sehingga keberadaan Univeraitas Jember dapat dirasakan oleh segenap warga Indonesia, bahkan dunia," pungkasnya. (OL-1)

 

Baca Juga

DOK KEMENAG

Penyiapan Akomodasi Jemaah Haji Indonesia di Mekah Hampir Final

👤Siswantini Suryandari 🕔Senin 30 Maret 2020, 07:30 WIB
Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali mengatakan sampai saat ini sudah ada deal atau kesepakatan harga untuk 204.755 orang atau sekitar...
Duta

Pecandu Internet Malas Belajar

👤Science Daily/Nur/X-7 🕔Senin 30 Maret 2020, 06:45 WIB
Sebanyak 285 mahasiswa berpartisipasi dalam penelitian itu, dengan 25% di antaranya daring lebih dari 4 jam sehari dan sisanya satu hingga...
MI/Lilik Darmawan

Pasien Sembuh Bertambah Jadi 64 Orang

👤Fer/BN/RK/PO/JL/HT/KG/X-7 🕔Senin 30 Maret 2020, 06:40 WIB
Kini mereka sudah di rumah masing-masing, akan tetapi masih dalam pantauan. Mereka tetap diminta mengisolasi diri secara mandiri terlebih...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya