Senin 11 November 2019, 18:40 WIB

Polisi Periksa Tiga Siswa SMP Pekanbaru Pelaku Perundungan

Rudi Kurniawansyah | Nusantara
Polisi Periksa Tiga Siswa SMP Pekanbaru Pelaku Perundungan

Ilustrasi
Perundungan

 

PENYIDIK Reskrim Polresta Pekanbaru memeriksa tiga terlapor yang merupakan teman satu kelas di SMPN 38 Rejosari Pekanbaru dalam kasus perundungan (bullying) terhadap korban Fauzan, 14, siswa kelas 8 yang mengalami patah tulang hidung dan luka di wajahnya.

Kasus bullying itu viral setelah tante korban, Rani Chambas, mengunggah foto-foto korban di media sosial Facebook.

"Kami sudah meminta keterangan tiga terlapor," ujar Kapolresta Pekanbaru, Ajun Komisaris Besar (AKB) Pol Nandang Mu'min, di Pekanbaru, Senin (11/11).

Selain tiga terduga pelaku itu, polisi juga memeriksa saksi kepala sekolah, guru, keluarga, dan teman-teman kelas korban yang mengetahui, mendengar, atau melihat langsung perundungan tersebut.

"Teman korban yang dimintai keterangan berusia 14 hingga 16 tahun," ungkap Nandang.

Lantaran para terlapor masih di bawah umur, lanjut Kapolres, proses pemeriksaan didampingi oleh orangtua yang bersangkutan. Selain itu, polisi juga mengumpulkan alat bukti dengan meminta hasil visum dan keterangan saksi ahli terkait kasus pidana di bawah umur.

Sementara ibu korban, Rosilawati atau akrab disapa Lala, mengatakan, kasus bully terhadap anaknya ternyata sudah sering terjadi dan berlangsung lama. Namun, korban takut melaporkan perbuatan keji teman sekelasnya itu.


Baca juga: Penanggulangan Stunting, Surakarta Istimewakan Ibu Hamil


"Dia sudah sering minta dipindahkan karena tidak mau sekolah lagi di sana. Ternyata ini sebabnya," ungkap Lala.

Lala mengungkapkan, pada mulanya korban tidak mengakui telah dianiaya teman-temannya. Anak ketiganya mangaku luka patah tulang hidung akibat terjatuh. Namun setelah didesak, akhirnya korban menceritakan bahwa telah dipukul oleh tiga teman sekelasnya.

"Dia dipukul saat berlangsung pelajaran seni budaya. Gurunya ada di depan kelas. Dia dipukul pakai kayu, ditinju di bagian lengan, kemudian pakai dua tangan dibenturkan ke meja. Akibatnya patah tulang hidung," jelas Lala.

Selain itu, setiap hari korban juga kerap dipalaki dan uang jajannya habis diambil para terduga pelaku. Puncaknya, terjadi aksi pengeroyokan oleh tiga terlapor rekan sekelas korban tersebut.

Sebelumnya, posting-an Rani Chambas yang merupakan tante korban viral di Facebook. Dalam unggahannya, Rani menuliskan 'Kasus Bullying terjadi lagi...siswa kls 8 smp.. Di keroyok di dlm kelas..sementara bu guru nya ada di dlm kelas...murid nya berantam guru nya sibuk main hp...sampai patah tulang hidung si anak...dan di operasi ..kejadiannya hari selasa tgl 5 november jam sekolah.....lokasi nya Smp negeri di Hangtuah pekanbaru Dan org tua mana yg terima anak nya babak belur di dlm kelas???? Coba jika anak sendiri yg di gitukan org??? Karna tdk ada jalan keluar.. Akhirnya pihak keluarga melaporkan kasus ini ke polisi.. Semogaa...tidak ada lagi kejadian2 begini di sekolah. #mirisaja..'. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More