Senin 11 November 2019, 17:47 WIB

DPRD Sebut Revitalisasi Trotoar Tambah Kemacetan

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
DPRD Sebut Revitalisasi Trotoar Tambah Kemacetan

MI/ Adi maulana Ibrahim
Antrean kendaraan saat melintasi pembangunan trotoar di Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (16/10)

 

KETUA Komisi D DPRD DKI dari Fraksi PDI Perjuangan, Ida Mahmudah menyebut revitalisasi trotoar oleh pemerintah provinsi (pemprov) DKI menambah kemacetan Ibu kota. Ia menceritakan pengalaman dirinya yang terjebak macet akibat pelebaran trotoar.

"Saya 10 tahun lebih jalan dari Sunter ke Kebon Sirih. Saya selalu lewat di depan RS Gatot Subroto hampir tiap hari. Tidak pernah dalam sejarah selama 10 tahun ini macetnya sampI di ujung depan Senen. Ini apa dampak bangunanya atau apa. Karena ini kan jalan dipersempit. Tambah macet," jelas Ida di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Senin (11/11).

Ida lalu mempertanyakan program yang dibuat Gubernur Anies Baswedan. Menurutnya, yang harus menjadi prioritas program DKI ialah pengendalian banjir. Adapun usulan anggaran revitalisasi trotoar yang diajukan Dinas Bina Marga mencapai Rp1,2 triliun.

"Saya gak tahu pak gubernur programnya (prioritasnya) apa. Kok justru program prioritas dia trotoar? Sebentar lagi kan banjir nih, kenapa tidak konsentrasi bahwa waduk itu memang segera diperbaiki. Yang sifatnya masih bisa beberapa bulan ini harusnya digenjot ke sana. Kalau saya bilang konsep pak Gubernur bikin trotoar ini bikin tambah macet," tegas Ida.

 

Baca juga: Anies:Macet Disebabkan Motor, Bukan karena Pelebaran Trotoar

 

 

Komisi D sendiri belum menyepakati usulan anggaran yang terbilang fantastis itu. Besok, kata Ida, pihaknya akan meninjau langsung trotoar yang sedang dilakukan pelebaran.

"Ini kan masyarakat masih banyak yang kontranya ya dibandingkan pronya. Kami masih menerima masukan dari para pakar tata kota terkait ini. Karena memang secara pribadi mereka menyampaikan kepada kami bahwa mereka keberatan (revitalisasi trotoar)," kata Ida.

Anggota DPRD lainya dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Matnoor Tindoan menanyakan kepada Hari Nugroho. Apakah pelebaran trotoar mengambil badan jalan raya atau tidak. Pasalnya, pelebaran trotoar di kawasan Cikini malah membuat macet.

"Pak Kadis (Hari Nugroho) terhadap pelebaran trotoar ini mengambil badan jalan tidak? Ada kajianya enggak? Jangan sampai ini jadi persoalan baru. Kalau tidak mengambil badan jalan, tidak masalah itu," kata Matnoor. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More