Senin 11 November 2019, 17:34 WIB

Tiga JPO di Sudirman Akan Dilengkapi Lift

Selamat Saragih | Megapolitan
Tiga JPO di Sudirman Akan Dilengkapi Lift

MI/ FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI
Petugas Dinas Bina Marga DKI Jakarta mengecat JPO (Jembatan Penyebrangan Orang) tidak beratap di Jalan Jendral Sudirman, Jakarta Pusat, Sabt

 

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan merevitalisasi tiga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di JL Sudirman. Nantinya Ketiga JPO ini akan dilengkapi dengan lift dan dilebarkan menjadi lima meter dari sekarang hanya sekitar 2-3 meter.

Kepala Dinas Bina Marga DKI, Hari Nugroho, mengatakan, tiga JPO yang akan direvitalisasi tersebut adalah di depan Hotel Le Meriden, Universitas Atmajaya, dan Dukuh Atas.

“Rencananya yang di depan Le Meridien, di kawasan Karet Tengsin, itu kan demand-nya tinggi. Kemudian strukturnya memang agak goyang. Jadi kita mau perkuat strukturnya. Sekalian kita perlebar. Nanti lebarnya dari 2,5 meter menjadi lima meter,” kata Hari Nugroho, di Jakarta, Senin (11/11).

Selain diperkuat strukturnya, juga akan dilengkapi dengan fasilitas lift dan pencahayaan lampu seperti yang telah dilakukan di JPO Gelora Bung Karno Polda (GBK) Polda Metro Jaya.

“Kita bangunkan lift itu di sana untuk mengakomodasi kaum difabel dan ibu hamil maupun orang tua,” ujar Hari Nugrono.

 

Baca juga: Revitalisasi JPO Gunakan Dana KLB

 

Namun, lanjut Hari, pihaknya belum dapat memastikan ketiga JPO itu akan dibuka atapnya atau tidak. Seperti halnya JPO di depan tower Indofood, Jl Sudirman, Jakarta Pusat.

Dia menambahkan, bila JPO itu terhubungkan dengan lokasi terbuka sesuai rencana atap dibuka, begitu pun sebaliknya.

"Kalau menghubungkan tempat tertutup ke tertutup ya kita tutup," jelasnya.

Rencananya, revitalisasi JPO Le Meridien, Universitas Atmajaya, dan Dukuh Atas dilaksanakan pada akhir November 2019 dan selesai awal tahun 2020. "Rencananya Maret 2020 sudah selesai. Untuk anggarannya kita pakai dana KLB," ungkap Hari.

Seperti diketahui, Pemprov DKI sedang gencar-gencarnya melakukan revitalisasi JPO. Dalam waktu empat tahun, Pemprov DKI menargetkan dapat membangun sebanyak 25 JPO.

Pembangunan 25 JPO futuristik dan modern dilengkapi dengan lampu warna warni serta lift telah dibangun sejak 2018. Diharapkan seluruh JPO tersebut rampung dibangun 2021.

Pada 2018, katanya, pihaknya telah berhasil membangun lima JPO. Yaitu JPO Jelambar, JPO Sumarno, JPO Polda Metro Jaya, JPO Gelora Bung Karno, dan JPO Bundaran Senayan.

Kemudian pada 2019, sedang dibangun JPO Daan Mogot dan JPO Pasar Minggu. Saat ini, pembangunan kedua JPO ini sudah mencapai 70 persen. Diharapkan pada akhir tahun, 30 persen kekurangan konstruksinya sudah dapat rampung.

Sedangkan pada 2020, Dinas Bina Marga DKI merencanakan pembangunan 18 JPO. Hanya saja yang baru selesai perencanaannya di tahun ini sebanyak 11 JPO. Dengan demikian, 11 JPO ini yang akan dibangun pada 2020.

Kesebelas JPO tersebut adalah JPO Kyai Caringin (RS Tarakan Busway), JPO Suryopranoto (Petojo Busway), JPO Pos (Pasar Baru Busway), JPO Daan Mogot (Rumah Duka Abadi), JPO Sahardjo (Menteng Pulo), JPO Warung Jati Barat (Masjid Assalafiya), JPO Warung Jati Barat (Pejaten Village), JPO Jalan Raya Pasar Minggu (FO Tanjung Barat), JPO Lenteng Agung (FO Lenteng Agung-IISIP), JPO Fatmawati (RSUP Fatmawati), dan JPO Sugiono (Masjid Al Abidin).

Sedangkan sisanya, tujuh JPO lagi, lanjut Hari, diperkirakan akan dibangun pada tahun 2021. Karena pihaknya akan melakukan penyusunan dan perencanaan baru dimasukkan ke dalam tahun anggaran 2020.

Ketujuh JPO tersebut adalah JPO Juanda (Pecenongan Busway), JPO KH Mas Mansyur (Muhammadiyah), JPO Jembatan Dua (Arwana IV), JPO Tubagus Angke (Perdana Kusuma), JPO Tubagus Angke (RPTRA Kalijodo), JPO Sahardjo (SD Menteng Atas), dan JPO Bintaro Permai (FO Bintaro Permai).

Dia menjelaskan, untuk pembangunan satu JPO, dibutuhkan anggaran sebesar Rp10 miliar. Untuk pembangunan JPO ini, Dinas Bina Marga DKI mendapatkan rekomendasi dari Dinas Perhubungan (Dishub) DKI. Biasanya di lokasi pembangunan JPO tersebut, sering terjadi kecelakaan lalu lintas.

Dalam program PemprovDKI merencanakan pembangunan sebanyak 25 JPO dengan biaya senilai Rp250 miliar. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More