Senin 11 November 2019, 14:20 WIB

Pemain Berharap Fakhri Husaini Tetap Melatih Timnas U-19

Rahmatul Fajri | Sepak Bola
Pemain Berharap Fakhri Husaini Tetap Melatih Timnas U-19

ANTARA/Nova Wahyudi
Pelatih kepala timnas U-19 Indonesia Fakhri Husaini memberikan instruksi kepada para pemainnya.

 

KAPTEN tim nasional Indonesia U-19 David Maulana berharap Fakhri Husaini tetap melanjutkan masa kepelatihannya bersama Garuda Nusantara.

David mengatakan dengan keberhasilan membawa timnas U-19 lolos ke Piala Asia sudah selayaknya PSSI menyodorkan kontrak baru kepada Fakhri.

"Saya harap coach Fakhri bisa dikontrak lagi biar nanti bisa sampai Piala Dunia," ungkap David, usai pertandingan melawan Korea Utara, kemarin.

Selain itu, David mengatakan skuad timnas U-19 yang diproyeksikan tampil di Piala Dunia U-20 telah memiliki ikatan batin yang kuat dengan Fakhri. Sehingga, instruksi yang diberikan Fakhri bisa diterapkan dengan baik oleh pemain di lapangan hijau.

"Coach Fakhri pelatih yang bagus. Kami juga sudah tahu maunya dia apa dan dia juga tahu maunya kami," ungkap David.

Sementara itu, penyerang timnas U-19 Bagus Kahfi juga mendukung Fakhri untuk melanjutkan masa baktinya di kursi kepelatihan.

'Saya ingin coach fakhri karena sudah lama juga coach fakhri tangani tim. Saya juga udah kenal. Coach Fakhri cocok jadi pelatih di Piala Asia dan Piala Dunia nanti," ungkap Bagus.

Sebelumnya, Fakhri pamit dari pelatih timnas U-19 setelah kontraknya bersama PSSI usai. Ketika dikontrak pada Januari lalu, Fakhri ditargetkan membawa timnas U-19 lolos ke Piala Asia.

Setelah menyelesaikan tugasnya bersama timnas, Fakhri mengaku akan kembali ke Bontang untuk melanjutkan pekerjaannya sebagai karyawan di Pupuk Kaltim.

"Saya akan kembali ke Bontang sebagai karyawan Pupuk Kaltim, karena saya ada pekerjaan dan tanggung jawab yang dibebankan kepada saya," kata Fachri. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More