Senin 11 November 2019, 14:10 WIB

Diagnosis Penyakit Diri Lewat Google Justru Bisa Menyesatkan

Fetry Wuryasti | Weekend
Diagnosis Penyakit Diri Lewat Google Justru Bisa Menyesatkan

AFP
Survey pada 2000 orang yang dilakukan di Amerika Serikat menunjukkan banyak orang menyimpiulkan diagnosis penyakit yang tidak tepat.

BERKONSULTASI kesehatan menggunakan mesin pencari Google, bisa jadi membuat anda makin pening. Hal ini terlihat dari sebuah survey yang baru-baru saja dilakukan di Amerika Serikat, yang menunjukkan dua dari lima mengalami kesalahan diagnosis penyakit setelah menggunakan teknologi tersebut.

Survey yang dilakukan terhadap 2.000 orang Amerika menemukan bahwa 43% pengguna mendapati diri jika mereka percaya telah mengalami penyakit serius. Padahal kenyataannya penyakit yang dialami lebih ringan.

Alih-alih meredakan kekhawatiran, 74% dari mereka yang telah mendiagnosis diri secara daring mengatakan menjadi lebih khawatir tentang kesehatan mereka. Hal ini mungkin karena kehandalan jawaban yang diberikan oleh Dr Google, kurang dari 40%.

Penelitian LetsGetChecked ini dilakukan oleh OnePoll. Survei mereka menemukan bahwa pencarian daring bukanlah pilihan pertama semua orang untuk diagnosis. Ketika responden merasa sakit, setengah (51%) mengatakan dari mereka beralih terlebih dahulu ke seorang profesional perawatan kesehatan.

Pada saat yang sama, seperempat responden (26%) tidak memiliki dokter perawatan primer dan 6 dari 10 orang secara aktif menghindari mengunjungi dokter. Penghindaran ini karena beberapa alasan. Sebagian (47%) disebabkan oleh biaya perawatan medis, sebagian (37%) merasa dokter tidak percaya penuturan mereka tentang gejala penyakit, dan sebagian lagi (37%) mengaku tidak punya waktu untuk ke dokter.

"Survei ini menunjukkan kepada kita bahwa sejumlah besar orang hidup dengan gejala negatif sehari-hari yang sedang berjalan yang tidak mereka pahami atau salah diagnosa," kata Robert Mordkin, Direktur Medis LetsGetChecked, dikutip dari Daily Mail, Senin (11/11).

Banyak dari gejala ini dapat dikaitkan dengan masalah tiroid. Dr. Mordkin menambahkan meskipun mendidik diri sendiri dapat menjadi hal yang baik, penting untuk melakukan tes objektif. Salah satu cara untuk melakukan ini adalah dengan tes kesehatan di rumah, yang memungkinkan kenyamanan, fleksibilitas dan ketenangan pikiran yang lebih baik.

Sepotong informasi yang paling mungkin diketahui oleh responden tentang tiroid adalah fungsinya, tetapi bahkan kurang dari setengah (46%) sadar bahwa tiroid menghasilkan dan menyimpan berbagai hormon.

"Fakta bahwa lebih dari separuh orang dewasa AS beralih ke Google untuk mempelajari lebih lanjut tentang gejala-gejalanya mengganggu. Fakta bahwa perlu waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk menemui dokter menyoroti perlunya solusi yang lebih baik untuk menguji, mengelola, dan mengetahui kesehatan Anda," simpul Dr Mordkin dari LetsGetChecked. (M-1)

 

Baca Juga

Sumber: Badan Pusat Statistik/Tim Riset MI-NRC

2019, IDI Capai Angka Tertinggi

👤Sumber: Badan Pusat Statistik/Tim Riset MI-NRC 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 05:00 WIB
DALAM laporan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) 2019, IDI pada tahun itu berada di angka 74,92 dengan kategori...
MI/SUMARYANTO BRONTO

Haji Teristimewa

👤Sumaryanto Bronto 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 04:05 WIB
MASJIDIL Haram ialah pusat kerindu an umat...
MI/SUMARYANTO BRONTO

Riza Azyumarrida Azra dan Wakhyu Budi Utami: Mengangkat Singkong

👤Bagus Pradana 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 04:00 WIB
Berawal dari keluhan para petani tersebut, Riza segera mencari cara untuk mengolah tanaman itu agar termanfaatkan dengan...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya