Minggu 10 November 2019, 13:50 WIB

Ratusan Pekerja Migran Rayakan Hari Pahlawan di Singapura

mediaindonesia.com | Humaniora
Ratusan Pekerja Migran Rayakan Hari Pahlawan di Singapura

Istimewa
Pekerja migran dari organisasi PIS mengadakan peringatan Hari Pahlawan di Gedung Pertubuhan Kebangsaan Melayu, Singapura, Minggu (10/11).

 

SEKITAR 300 pekerja migran dari organisasi PIS (Pekerja Indonesia Singapura), menyelenggarakan peringatan Hari Pahlawan bersamaan dengan Milad PIS yang diselenggarakan di Gedung Pertubuhan Kebangsaan Melayu, Singapura, Minggu (10/11).

PlS adalah Salah satu organisasi masyarakat Indonesia di Singapor (pekerja migran Indonesia) didirikan 2004 yang sebelumnya bernama Buruh Migran Indonesia (BMI). Sejak 2014, BMI diganti menjadi PIS yang kerap menggelar kegiatan mempelopori atau mewadahi aktivitas para pekerja migran Indonesia di Singapura.

Sejumlah kegiatan yang dilaksanakan PIS di antaranya setiap minggu diadakan rebana, mengaji, berjanji, belajar tarian baik tradisional ataupun modern, olahraga bola voli, kerajinan tangan, dan belajar tata rias.

Kini diperkirakan pekerja migran asal Indonesia di Singapura mencapai 240 ribu orang. Dalam melaksanakan silahturahmi, PIS juga menjalin kerja sama dengan organisasi lokal Singapura.

Dalam peringatan Hari Pahlawan yang digelar PIS dan KBRI Singapura, Kepala Bidang Tenaga kerja, Kantor Dadang, Ekonomi Indonesia di Singapura, Devriel Sogja menyampaikan pentingnya menjaga nama baik bangsa dan jangan terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif.

Sementara itu, Moh Noor Said dari ISFA (Indonesia Singapore Friendship Association) menyampaikan semoga persahabatan antara Indonesia dan Singapura tetap terjalin dengan baik.

"Ke depan agar lebih sering diadakan acara positif guna mempererat persahabatan Indonesia dan SIngapura," ujar Moh Noor Said.

Pekerja migran dari PIS yang diwakili Rini yang sebagai pendiri PIS menyampaikan bahwa pentinganya berterima kasih atas kekompakan anggota PIS dalam menjalin silaturahmi dan persaudaraan. (OL-09)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More