Senin 11 November 2019, 14:00 WIB

Lima Puskesmas di Surakarta Raih Akreditasi Paripurna

Ferdinand | Nusantara
Lima Puskesmas di Surakarta Raih Akreditasi Paripurna

MI/Ferdinand
Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo (kiri)

 

PERINGATAN Hari Kesehatan Nasional 2019 menjadi momentum membahagiakan bagi Pemerintah Kota Surakarta. Lima Puskesmas di kota itu berhasil meraih akreditasi paripurna.

Sertifikat pengakuan tertinggi dari Kementerian Kesehatan itu diserahkan oleh Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo pada Upacara Hari Kesehatan Nasional ke-55 di halaman Balai Kota, Senin (11/11).

Adapun penerimanya ialah Puskesmas Setabelan, Puskesmas Ngoresan, Puskesmas Sibela, Puskesmas Sangkrah dan Puskesmas Kratonan. Wali Kota Rudy juga menyerahkan sertifikat akreditasi utama untuk Puskesmas Gajahan, Puskesmas Jayengan, Puskesmas Pucangsawit, Puskesmas Pajang dan Puskesmas Nusukan.

Dengan demikian, dari 17 Puskesmas yang ada di Kota Surakarta sepuluh diantaranya menyandang akreditasi paripurna. Sedang tujuh lainnya terakreditasi utama.

Baca juga: Atasi Defisit, BPJS Kesehatan Dukung Puskesmas Kembali ke Fitrah

Rudy mengaku gembira dengan pencapaian tersebut. Pemberian akreditasi paripurna dan utama oleh Kementerian Kesehatan merupakan bukti mutu pelayanan yang diberikan telah sesuai standar dan harapan masyarakat.

"Dengan akreditasi paripurna dan utama ini tentu ke depan akan lebih ditingkatkan lagi fasilitas dan layanannya," tegas dia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta Siti Wahyuningsih menambahkan capaian akreditasi paripurna tahun ini merupakan rekor secara nasional. Sebab, dari lima Puskesmas yang diajukan semuanya dinyatakan lolos dan naik peringkat.

Namun, dia mewanti-wanti agar prestasi ini tidak sampai membuat terlena. Ke depan, aspek kepemimpinan dan manajemen, pelayanan perseorangan serta pelayanan berbasis masyarakat harus semakin ditingkatkan kualitasnya.

"Puskesmas harus menyelesaikan masalah kesehatan masyarakat secara komprehensif. Pasien diobati, keluarga dan lingkungannya dipantau,"
ujar Siti Wahyuningsih.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More