Senin 11 November 2019, 13:00 WIB

Kapten Timnas U-19 Harap Fakhri Husaini Dipertahankan

Gregorius Gelino | Sepak Bola
Kapten Timnas U-19 Harap Fakhri Husaini Dipertahankan

ANTARA/Hafidz Mubarak A
Pelatih timnas U-19 Fakhri Husaini melakukan selebrasi di akhir laga kualifikasi Piala Asia kontra Korea Utara.

 

MASA depan Fakhri Husaini bersama timnas Indonesia U-19 sedang ramai diperbincangkan. Sebab, masa kontrak pelatih kelahiran Lhokseumawe tersebut sudah habis menyusul berakhirnya perjalanan Garuda Muda di Kualifikasi Piala Asia U-19 2020.

Fakhri ditunjuk sebagai pelatih timnas U-19 pada April. Ia diberi kontrak hingga November. Tepatnya setelah Kualifikasi Piala Asia U-19 2020.

Dalam perjalanan bersama Indonesia U-19, Fakhri sukses menunjukkan kinerja impresif. Teranyar, ia mampu mengantarkan Garuda Muda lolos ke Piala Asia U-19 2020. Itu terjadi setelah Indonesia finis sebagai juara grup K dalam babak kualifikasi dengan mengoleksi tujuh poin.

Fakhri pun sudah berpamitan usai Indonesia melakoni laga terakhir melawan Korea Utara di Grup K kualifikasi, Minggu (10/11).

Baca juga: Timnas U-19 Lolos ke Putaran Final Piala Asia

Kapten timnas U-19 David Maulana angkat bicara soal masa depan Fakhri. Ia berharap kontrak sang pelatih bisa diperpanjang. Sebab, menurutnya, Fakhri merupakan pelatih hebat yang sudah membuktikan kualitasnya.

"Kalau saya tidak bisa menentukan pelatih. Itu tergantung PSSI sendiri. Kami sebagai pemain pasti menginginkan pelatih yang terbaik. Tapi coach Fakhri pelatih yang bagus," kata David ketika ditemui usai laga.

Gelandang andalan Timnas U-19 itu juga menilai dirinya dan rekan-rekan di Timnas U-19 telah memahami skema permainan yang diterapkan sang pelatih. Karena itu, memperpanjang kontraknya hingga Piala Dunia U-20 juga menjadi opsi terbaik.

"Kami sudah tahu maunya dia apa dan dia juga tahu maunya kami. Jadi, saya harap coach Fakhri bisa dikontrak lagi biar nanti bisa sampai Piala Dunia," pungkasnya. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More