Senin 11 November 2019, 09:27 WIB

Venezuela dan Kuba Tuding Telah Terjadi Kudeta di Bolivia

Willy Haryono | Internasional
Venezuela dan Kuba Tuding Telah Terjadi Kudeta di Bolivia

AFP/Juan Barreto
Presiden Bolivia Evo Morales (kiri) dan Presiden Venezulea Nicolas Maduro

 

PRESIDEN Venezuela Nicolas Maduro mengecam keras berlangsungnya kudeta di Bolivia, yang berujung pada mundurnya Evo Morales dari kursi kepresidenan, Minggu (10/11).

Unjuk rasa di Bolivia dipicu tudingan kubu oposisi bahwa proses penghitungan suara dalam pemilu bulan lalu dipenuhi kecurangan.

"Kami mengecam kudeta terhadap saudara kami di Bolivia," ujar Maduro via Twitter, dikutip dari AFP.

Ia menyerukan digelarnya gerakan politik dan sosial untuk melindungi kehidupan etnik pribumi di Bolivia.

Menurut Maduro, sejumlah suku asli di Bolivia, selama ini, telah menjadi korban rasisme. Morales adalah presiden pertama Bolivia yang berasal dari etnik pribumi.

Baca juga: Kehilangan Dukungan Militer, Presiden Bolivia Mengundurkan Diri

Seperti Venezuela, Kuba juga mengecam keras terjadinya kudeta di Bolivia.

Morales mengaku mengundurkan diri dari jabatan presiden Bolivia karena tidak mau lagi melihat oposisi "menyakiti saudara-saudara saya semua."

Morales merujuk pada aksi kekerasan yang hampir selalu terjadi di tengah gelombang protes.

"Kuba berdiri tegak di belakang saudara kami, Presiden Evo Morales," kata Menteri Luar Negeri Bruno Rodriguez di Twitter.

Ia menambahkan Morales adalah "seorang protagonis dan simbol dari perjuangan etnis pribumi di benua Amerika."

Sementara Meksiko menawarkan suaka kepada Morales. Penawaran disampaikan usai 20 pejabat Bolivia yang juga telah mundur, mencari perlindungan di Kedutaan Besar Meksiko di La Paz.

"Meksiko, sesuai kebijakan suaka dan nonintervensi, telah menerima 20 pejabat Bolivia di La Paz. Jadi, kami juga menawarkan suaka serupa kepada Evo Morales," tutur Menlu Marcelo Ebrard di Twitter.

Jalanan kota La Paz mendadak dipenuhi selebrasi usai mundurnya Morales. Para demonstran menyalakan kembang api sembari mengibarkan bendera Bolivia yang berwarna merah, kuning dan hijau.

Keputusan mundur diambil Morales setelah dirinya kehilangan dukungan dari militer dan juga kepolisian.

Meski mundur, Morales menegaskan dirinya tidak lari dari tanggung jawab.

"Saya tidak melarikan diri. Saya tidak mencuri apapun," tegasnya.

Ia berkukuh pemerintahannya selama ini telah menghasilkan sejumlah pencapaian sosial.

Bank Dunia mencatat pemerintahan Morales memang berjasa dalam menurunkan tingkat kemiskinan di Bolivia dari 45% pada 2010 menjadi 35% pada 2018. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More