Senin 11 November 2019, 09:18 WIB

Anies Dinilai Lebih Senang Menyalahkan Orang Lain

Adin Azhar | Megapolitan
Anies Dinilai Lebih Senang Menyalahkan Orang Lain

MI/ADI MAULANA IBRAHIM
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

 

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan diminta introspeksi. Sejauh ini, kinerja Anies dinilai berantakan, contohnya soal penyusunan APBD DKI.

"Dia ini seperti terjebak di hutan. Masuk hutan tapi ga punya bayangan apa-apa, enggak mau bertanya juga," kata Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono, Senin (11/11).

Menurut Gembong, Anies tidak benar-benar melakukan introspeksi atas kinerjanya. Padahal sejauh ini, banyak masalah terkait kebijakan Gubernur DKI tersebut. Tapi, Anies malah menyalahkan bawahan.

"Dia lempar batu sembunyi tangan, karena memang ada dua hal yang dilakukan. Pertama menyalahkan anak buah, kedua menyalahkan sistem," ujar Gembong.

Dia mengkritisi bagaimana Anies bersikap tidak proporsional dalam hal pengelolaan sistem.

Baca juga: Anies Minta 2 Cawagub dari PKS DIproses Lebih Dulu

Gembong mengakui memang e-Budgeting merupakan warisan Kepala Daerah terdahulu. Namun, Gembong melihat, sistem itu tidak bisa disalahkan, apalagi dengan tudingan macam-macam atas e-Budgeting.

Pasalnya, Gembong melihat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sangat menentukan efektifitas sistem tersebut.

"Sekarang dimotori orang Anies. Dulu, ketika dikomandoin orang lama enggak apa-apa. Di sini unsur utama manusia sebagai pengendali," kata Gembong.

Artinya, ada kualitas SDM yang tidak sama dengan kepemimpinan terdahulu.

Lebih lanjut, Gembong juga mengkritisi kontroversi yang kerap dimunculkan karena sikap Anies.

Gembong menduga ada motif tertentu yang ingin dicapai Anies dari kebijakannya. Karena hal itu kerap terjadi.

"Membuat trotoar dengan menebang pohon, saya sendiri enggak tahu arahnya apa. Buntu kepala saya (memahami Anies)," kata Gembong. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More