Senin 11 November 2019, 09:12 WIB

Sebagian Jateng Alami Musim Tanam Mundur

Akhmad Safuan | Nusantara
Sebagian Jateng Alami Musim Tanam Mundur

Antara
Dampak kemarau, musim tanam di Jawa Tengah mundur sebulan karena menunggu ketersediaan air.

 

SEBAGAIAN wilayah Jawa Tengah (Jateng) mengalami musin tanam mudur, karena ketersediaan air belum mencukupi, kendati hujan mulai turun awal bulan ini.

''Musim tanam di sini dimungkinkan mundur hingga Januari 2020 mendatang, karena belum ada air mencukupi dan hujan yang turun beberapa kali baru bersifat membasahi sawah,'' kata Ketua Himpunan Kelompok Tani Indonesia (HKTI) Kendal, Tardi.

Selain air hujan belum mencukupi, lanjut Tardi, juga ketersediaan air baik di sungai maupun bendunan/waduk juga masih terbatas akibat kemarau panjang, sehingga baik sungai maupun saluran irigasi masih kering dan belum ada air untuk pertanian.

Dengan mundurnya musim tanam ini, ujar Tardi, maka musim panen raya juga mundur hingga April 2020 mendatang. ''Jadi tahun 2020 diperkirakan hanya dapat dua kali panen, berbeda dengan tahun lalu yang dapat tiga kali panen,'' tambahnya.

Pantauan Media Indonesia di Kabupaten Pati, ribuan petani di Kecamatan Wedarijaksa, Juwana, Tlohowungu dan Pati juga harus bersabar, hal ini karena terjadinya pendangkalan Waduk Seloromo di Desa/Kecamatan Gembong, Pati yang mengalami pendangkalan hingga mengakibatkan daya tampung waduk berkurang.

Waduk yang dibangun sejak jaman kolonial pada 1930-1933 itu cuma mampu menapung 7 juta menter kubik air dari kapasitas tampung 9,5 juta meter kubik, akibat kondisi tersebut belum optimal mengairi sawah seluas 4.959 hektare.

''Sudah waktunya Waduk Soloromo ini dinormalisasi dengan pengerukan, karena pendangkalan cukup besar hingga mengurangi daya tampung,'' ujar Operator Waduk Seloromo Pati, Susanto.

Pendangkalan yang terjadi, demikian Susanto, mencapai 2,5 juta meter kubik sehingga jika diukur kedalaman yang seharusnya 36 meter saat ini hanya 20 meter dan permukaan air hamya 3-4 meter. ''Terakhir dilihat pada 2012, namun saat ini pendangkalan sudah cukup parah hingga mengurangi daya aliran ke pertanian,'' imbuhnya. (OL-11)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More