Minggu 10 November 2019, 22:30 WIB

Inuki Pamerkan Teknologi Pengobatan Nuklir di Pameran Kesehatan

Ghani Nurcahyadi | Humaniora
Inuki Pamerkan Teknologi Pengobatan Nuklir di Pameran Kesehatan

Dok. PT. Inuki
Jajaran PT. inuki di Pameran Kesehatan 2019

 

PT Inuki (Persero), ambil bagian dalam meramaikan pameran tahunan Kesehatan 2019 yang digelar oleh Kementerian Kesehatan di ICE, Tangerang Selatan, Sabtu (9/11).

Pameran Pembangunan Kesehatan 2019 ini juga dihadiri Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto serta sejumlah pengamat, akademisi, mahasiswa, juga pakar kesehatan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Direktur Produksi PT Inuki Bunjamin Noor menyatakan rasa bangganya lantaran PT Ikuti bisa ambil bagian di acara bergengsi Kementrian Kesehatan ini.

Bunjamin Noor saat bertemu Menteri Kesehatan di boothnya, menjelaskan soal kerja dari pengobatan nuklir dengan Siklotron & PET/CT Technology dan juga kans pasar pengobatan nuklir ini di negara-negara ASEAN yang meliputi Thailand, Malaysia, Indonesia, Kamboja, Vietnam, Singapura, dan Filipina.

Bunjamin mengatakan di negara-negara maju, jumlah pusat pelayanan kedokteran nuklir sekitar 2-4 pusat untuk 1 juta jiwa. Di Indonesia, hanya terdapat 4 pusat untuk 260 juta penduduk.

 

Baca Juga: Menteri LHK Paparkan Penanganan Sampah kepada Kader NasDem

 

Permasalahan bagi para penyedia pelayanan kedokteran nuklir saat ini adalah, saat ini RS tidak dapat mengedarkan/menjual produk radiofarmaka ke institusi lain di luar RS, karena terbentur regulasi, sehingga produksi menjadi sangat mahal dan tidak efisien.

“Inuki akan bertransformasi sebagai center of excellent di bidang nuclear medicine dan mendorong sinergi antar kementerian/lembaga yang terkait untuk pengembangan siklotron di Indonesia serta membantu mewujudkan nawacita Presiden Republik Indonesia, yaitu Indonesia Sehat,” ungkap Bunjamin dalam keterangan tertulisnya.

Hal ini disambut baik Menkes Terawan dan menyatakan optimistis, Indonesia bisa menjadi bangsa yang mandiri dengan menghasilkan produk-produk berkualitas dan siap bersaing.

"Melihat ini semua di lokasi pameran ini, saya makin yakin kita bisa menjadi bangsa yang siap di 2045 untuk Indonesia maju. Lihat saja wajah saya bahagia sekali. Tinggal bagaimana pemerintah mendukung pemanfaatan alat-alat inovasi tersebut," kata Terawan. (RO/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More