Senin 11 November 2019, 03:40 WIB

Warga Rempung Berdaya karena Buku

MI | Humaniora
Warga Rempung Berdaya karena Buku

MI/Yusuf Riaman
Perpustakaan Desa Rempung

 

SEJUMLAH anak tampak asyik membaca buku di atas sebuah berugaq (balai-balai) Perpustakaan Desa Rempung, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tak jauh dari mereka, sekelompok remaja dan dewasa juga tidak kalah serius. Suasana yang nyaris serupa juga terlihat di sudut-sudut lain perpustakaan itu.

Perpustakaan Rempung berada di samping kiri ruas jalan raya jurusan Mataram-Labuan Lombok, Kabupaten Lombok Timur. Satu halaman dengan Kantor Desa Rempung dibangun 2017 dengan luas 4,5 x 10,5 meter dan mulai ditempati 2018.

Muh Irawadi, Kepala Perpustakaan Desa Rempung menjelaskan, seluruh tempat yang ada bisa dimanfaatkan di dalam dan luar ruang.

"Perpustakaan bukan sekadar tempat pinjam buku kemudian pulang, tidak ada aktivitas lain, itulah yang coba kita hadirkan," ucap Irawadi kepada Media Indonesia.

Berbeda dengan perpustakaan umumnya, di sana perpustakaan mengusung konsep outdoor. Selain menyediakan balai-balai baca, ada juga panggung seni budaya untuk berbagai acara, ayunan anak, kantin baca, dan laboratorium multimedia tempat pelatihan komputer.

Saat Hari Ibu diadakan fashion show, lomba swafoto, lomba memasak dengan tema harus dengan buku yang ada di perpustakaan untuk resepnya.

"Jadi itu salah satu cara kita untuk menarik mereka masuk ke perpustakaan," kata tenaga honor daerah di Bappeda Lombok Timur itu.

Cara lain yang cukup ampuh dilakukan Irawadi dengan memberikan fasilitas wi-fi gratis yang dimanfaatkan sedikitnya 50 orang setiap harinya. Perpustakaan bahkan menyediakan transportasi antar jemput untuk anak-anak sekolah yang lokasinya jauh.

Dengan mengusung konsep inklusivitas, perpustakaan juga jadi membina para petani maupun kaum difabel. "Karena membaca buku di perpustakaan akhirnya produksi cabe milik Suparlan meningkat," tutur Irawadi.

Begitu juga dengan Sahril, warga di sana yang kehilangan kaki karena kecelakaan. Oleh perpustakaan, Sahril dibantu gagasan, sepeda motornya dimodifikasi menjadi roda tiga. Sahril pun dapat dengan leluasa ke sana kemari, dan kini sudah aktif berjualan bambu.(Yusuf Riaman/H-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More